OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Penyerang veteran Persija Jakarta Bambang Pamungkas, memberikan komentarnya terkait kartu merah yang diterima bek Persib Bandung Vladimir Vujovic. Ia menyebutkan Vujovic memang layak diusir dari pertandingan tersebut.
Wasit Shaun Robert Evans yang memimpin jalannya laga sebelumnya hanya memberikan kartu kuning buat Vujovic. Akan tetapi, sesaat setelah menerima kartu tersebut pesepakbola berusia 35 tahun mencaci pengadil lapangan sehingga diberikan kartu kuning kedua.
Hal ini juga yang memicu para pemain Persib berlari ke pinggir lapangan. Akibatnya, Evans memutuskan pertandingan tersebut disudahi pada menit 85 buat kemenangan Persija 1-0 karena menganggap skuat Maung Bandung mogok bermain.
"Secara pribadi saya sangat setuju dengan keputusan wasit memberi kartu merah Vladimir Vujovic. Kalimat "kurang pantas" Vlado kepada wasit setelah mendapatkan kartu kuning, memang layak diganjar kartu merah," kata pria yang karib disapa ini dalam tulisannya yang berjudul I am still human.
"Saya mendengar dengan jelas karena berada tidak jauh dari mereka. Bahkan saat meninggalkan lapangan menuju ruang ganti Vlado juga menunjukkan gerakan yang memprovokasi penonton. Sebagai pemain asing tentu kita berharap Vlado dapat memberikan contoh yang lebih baik," tambahnya.
Di sisi lain, Bepe juga turut memberikan pandangannya terkait gol yang diceploskan Ezechiel N’Douassel. Menurutnya, gol Ezechiel seharusnya dihitung karena sudah melewati garis gawang Macan Kemayoran.
Akan tetapi, wasit berkata lain. Evans memutuskan menganulir gol tersebut, sehingga memicu protes keras skuat asuhan Emral Abus di babak pertama karena tidak puas dengan keputusan pengadil lapangan berlisensi FIFA itu.
"Ini mungkin menjadi momen paling krusial dalam laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan lebat tersebut. Tidak terbantahkan jika sundulan striker asal Chad tersebut memang sudah melewati garis gawang. Bola menyentuh jaring dan kemudian memantul keluar. Sayangnya wasit utama tidak melihat kejadian tersebut. Ketika hal tersebut terjadi semua pemain Persija pun sudah pasrah menerima gol tersebut," tuturnya.
"Namun tidak terdengar bunyi peluit wasit tanda gol telah terjadi, hal tersebut membuat saya yang ketika itu menguasai bola pun menjadi ragu. Saat melihat ke arah wasit dan wasit tidak menunjuk titik tengah, maka secara otomatis saya pun membuang bola ke depan."


