Romelu Lukaku merasa tidak ada yang perlu dibuktikan dalam sepakbola Inggris setelah ia kembali ke Liga Primer Inggris dalam transfer £97.5 juta ($136 juta) ke Chelsea dari Inter Milan.
Lukaku kembali untuk periode kedua bersama The Blues , setelah ia gagal menembus skuad senior sebagai seorang remaja. Setelah menjalani karier yang produktif bersama West Brom dan Everton, pemain asal Belgia itu kemudian bergabung dengan Manchester United seharga £75 juta, namun performa yang tidak konsisten selama dua tahun di Old Trafford membuat dirinya dijual ke Inter dengan harga yang sama.
Lukaku justru tampil impresif bersama Nerazzurri , membantu mereka memenangkan Serie A untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.
Lukaku kini sudah kembali ke Chelsea, dan dia merasa bisa membungkam para peragu.
"Saya tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Satu-satunya hal yang memotivasi saya adalah diri saya sendiri. Saya adalah seorang motivator diri dan selalu begitu. Saya adalah pemain Chelsea dan senang berada di sini sekarang," ujar Lukaku dalam konferensi pers perkenalannya di Chelsea.
"Saya telah mengalami kesuksesan di tempat lain dan juga gaya bermain yang berbeda di mana lebih berbasis teknis dan taktis. Liga Primer Inggris memiliki sedikit segalanya dan pengalaman saya miliki beberapa tahun lalu bagus. Saya menyukai setiap menitnya di dalam dan di luar lapangan, tapi pengalaman di Italia membuat saya lebih lengkap sebagai pemain."
"Sekarang ini hanya tentang apa yang telah saya pelajari di Italia. Menyaksikan Liga Primer selama beberapa tahun terakhir, para pemain menjadi lebih baik, tim menjadi lebih baik, dan saya siap untuk tantangan."
Lukaku pertama kali bergabung ke Chelsea pada 2011 dari Anderlecht, namun ia hanya tampil sepuluh kali di Liga Primer dengan tidak mencetak gol, sebelum dipinjamkan ke West Brom dan Everton, kemudian pergi secara permanen pada 2014.
Lukaku, yang kini berusia 28 tahun, dinilai sebagai salah satu striker terbaik di dunia. Ia mengaku telah banyak belajar dari periode pertamanya di London, dan siap untuk memberikan kesuksesan yang konsisten untuk klub besutan Thomas Tuchel itu.
"Ini bukan tentang rekor. Ini adalah tentang memenangkan trofi. Saya menyadari betapa berbedanya sikap orang terhadap Anda ketika Anda memenangkan sesuatu. Ini adalah sesuatu yang telah saya pelajari," ujar Lukaku lagi.
"Dalam percakapan yang saya lakukan dengan Didier Drogba atau John Terry atau Antonio Conte, rasa hormat yang saya miliki berbeda ketika Anda mulai menang."


