Ulah suporter yang berujung sanksi denda dari komite disiplin (Komdis) PSSI membuat manajemen Bali United gusar. Manajemen bakal mengambil tindakan tegas terhadap suporter bila kedapatan melakukan pelanggaran.
Bali United dikenai sanksi denda Rp80 juta setelah suporter menyalakan flare dan melakukan aksi pelemparan ke dalam lapangan ketika menjamu Perseru Serui pada 7 April. CEO Bali United Yabes Tanuri merasa kecewa dengan sikap suporter tersebut.
“Pastinya kami sangat kecewa dengan apa yang dilakukan para oknum suporter, sehingga akhirnya kami didenda Komisi Disiplin PSSI. Mari belajar bersama untuk bisa menerima keadaan yang terjadi di lapangan. Kecewa boleh saja, tapi jangan melakukan hal yang bisa merugikan tim sendiri,” cetus Yabes dilansir laman resmi klub.
Ini merupakan denda berturut-turut yang diterima manajemen Bali United. Sebelumnya, mereka juga dijatuhi denda oleh konfederasi sepakbola Asia (AFC), karena ada suporter yang menaiki pagar pembatas.
“Kami akan mengambil langkah tegas untuk oknum suporter yang selalu melanggar aturan. Kami tidak ingin usaha membangun klub ini harus rusak dengan ulah mereka. Semoga saja ke depannya kejadian ini bisa membuat kita semua menjadi lebih dewasa lagi,” imbuh Yabes.


