CEO Bali United Yabes Tanuri, mengomentari soal ada atau tidak degradasi untuk kompetisi musim ini. Ia memastikan pihaknya siap mematuhi keputusan yang diambil PSSI.
Mencuatnya, Liga 1 dan Liga 2 tidak ada degradasi setelah PSSI menggelar rapat komite eksekutif (Exco) beberapa hari lalu. Dalam agenda tersebut disebutkan beberapa klub mengusulkan penghapusan degradasi.
Ada empat alasan yang membuat klub mengusulkan penghapusan degradasi. Pertama kompetisi masih dalam suasana pandemi virus corona yang belum berakhir.
Kedua, bagaimana jika sebuah klub yang terdiri dari pemain dan ofisial terpapar virus corona dalam jumlah banyak. Mengingat, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub juga masih belajar soal protokol kesehatan.
Kemudian, kondisi keuangan klub yang belum stabil karena efek pandemi virus corona yang melanda sejak tahun lalu. Sponsor sulit untuk mengucurkan dananya di musim ini.
Terakhir kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sangat mungkin dilaksanakan tanpa atau terbatas penontonnya. Hal ini akan membuat klub kesulitan untuk mencari pemasukan tambahan.
Bali United"Kami menghargai dan akan menjalankan keputusan yang akan diambil oleh PSSI. Terpenting Bali United tetap akan fokus dan berusaha memberikan yang terbaik untuk suporter dalam setiap laga yang dijalankan," kata Yabes, dikutip laman resmi klub.
Selain penghapusan degradasi, sistem yang diterapkan untuk Liga 1 musim ini masih menjadi tanda tanya. Yabes mengatakan paling penting kompetisi kasta sepakbola nasional bisa dilangsungkan sesuai jadwal yakni 3 Juli mendatang.
"Harapannya adalah kompetisi bisa dijalankan dan Bali United bisa memberikan hasil yang terbaik di kompetisi tersebut," ucapnya.
PSSI bakal membawa persoalan penghapusan degradasi ke Kongres Tahunan. Rencananya, agenda itu dilaksanakan di Jakarta pada 29 Mei mendatang.
Selain itu, PSSI akan berkomunikasi dengan AFC dan FIFA. Langkah tersebut dilakukan agar federasi sepakbola nasional itu tidak melanggar aturan yang berlaku bila Liga 1 dan Liga 2 digelar tanpa degradasi.


