Direktur teknik PSSI Indra Sjafri, mengomentari permasalahan yang dialami Bagus Kahfi. Ia berpesan agar pesepakbola berusia 18 tahun tersebut mesti mengikuti aturan yang berlaku.
Bagus mendapat tawaran untuk memperkuat klub Belanda, FC Utrecht. Namun, kepindahannya mengalami kendala karena eks timnas Indonesia U-16, masih terikat kontrak dengan Barito Putera sampai akhir tahun depan.
Oleh karena itu, Bagus harus sadar situasi yang sekarang terjadi. Ia bisa saja pergi asalkan FC Utrecht, mau membayar sisa kontrak yang ada di Barito Putera.
Cara lainnya, Bagus membujuk Barito Putera untuk mengasih surat keluar tanpa perlu FC Utrecht membayar kompensasi sisa kontraknya. Bisa juga ia melobi FC Utrecht agar menggunakan jasanya ketika masa baktinya bersama klub berjulukan Laskar Antasari telah selesai.
"Semua ini masih dalam proses. PSSI mengirimkan pemain ke Garuda Select itu sebagai pemain dari tim. Untuk Bagus sendiri, dia adalah pemain asal Barito Putera, jadi juga harus kembalinya ke Barito Putera terlebih dahulu," kata Indra saat dihubungi awak media.

"Kemarin Bagus sudah kembali ke Barito Putera dan saya sudah dapat informasi sudah ada pembicaraan antara Bagus dan Barito Putera, bahwa ada tim luar negeri yang berminat kepada Bagus."
"Kalau dari PSSI sendiri pasti senang dengan kabar tersebut. Tapi tetap semua harus menaati administrasi yang harus dijalankan dengan baik. Saya berharap semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala lagi," mantan pelatih Bali United tersebut menambahkan.
Sebelumnya, Bagus menepis kabar bakal dikontrak FC Utrecht. Ia menyebut kedatangannya ke klub Belanda tersebut beberapa pekan yang lalu hanya untuk menjalani rehabilitasi pemulihan cedera yang menimpanya.
Bagus mengalami cedera kaki kiri karena salah tumpuan ketika membela Garuda Select melawan Reading U-18, pada Maret lalu. Akibatnya, ia terpaksa melewati sejumlah pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19.
Padahal, sebelum cedera Bagus merupakan pemain andalan di lini depan timnas Indonesia U-19. Ia tampil gemilang ketika skuad Garuda Muda, melakoni kualifikasi Piala Asia U-19.


