Timnas Indonesia U-19Alvino Hanafi

Bagaimana Jika Timnas Indonesia U-19 Ikut Liga 1?

Indonesia antusias menyambut event Piala Dunia U-20 pada tahun depan, yang akan dilaksanakan di Tanah Air. Kendati saat ini dunia tengah dilanda wabah virus corona, tidak ada rencana dari PSSI mengubah jadwal pelaksanaan Piala Dunia U-20.

PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia telah memastikan bahwa persiapan menyambut Piala Dunia U-20 terus dilakukan. Komunikasi dengan FIFA sebagai federasi sepakbola dunia terus berjalan, meski dilakukan secara virtual karena menyesuaikan keadaan.

Liga 1 dan Liga 2 kemungkinan akan diputar kembali, dengan target September seperti apa yang disampaikan PSSI. Tak ada alasan paling tinggi dari PSSI untuk tetap melanjutkan kompetisi, selain karena menjaga citra sebagai tuan rumah event Piala Dunia.

Mochamad Iriawan - PSSIIstimewa

Sepakbola dianggap harus tetap berjalan meski di tengah keterbatasan, karena kompetisi dibutuhkan untuk menyambut Piala Dunia U-20. Kesempatan memang belum tentu datang lagi. Makanya, PSSI mau persiapan matang sebagai kontestan event tersebut.

APSSI selaku asosiasi para pelatih sepakbola Indonesia sempat menyarankan bahwa sebaiknya Liga 1 dan Liga 2 diberlakukan regulasi usia. Tentu, maksud dan tujuan supaya ada bakat yang terpantau dan berkembang untuk menuju Piala Dunia U-20.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, punya ide jika ada baiknya membentuk timnas Indonesia U-19 yang langsung turun sebagai tim tamu di kompetisi Liga 1. Apalagi, kompetisi musim ini minim beban, dengan rencana penghapusan degradasi.

"Kami tahu PSSI berencana meniadakan degradasi pada musim ini. Saran saya sebaiknya timnas Indonesia U-19 diikutkan saja sebagai peserta tamu di kompetisi lanjutan," kata mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.

"Tapi kalau saya boleh memilih, karena ini merupakan kompetisi Liga 1, sebaiknya bebas dari intervensi aturan kelompok umur karena semua tim sudah mempersiapkan tim sebelum ada regulasi ini," sambung sosok yang karib disapa RD itu.

Timnas Indonesia U-19 2020Alvino Hanafi

Banyak klub yang menyambut positif gagasan untuk memainkan pemain U-19 atau U-20 pada setiap pertandingan. Namun, memang tak semua klub punya pemain yang cukup berkualitas untuk melakukan hal tersebut. Karena seperti kata RD, tim sudah dibentuk sebelum ada wacana regulasi usia.

Sebenarnya setiap klub Liga 1 punya kewajiban membentuk tim Elite Pro Academy (EPA) yang terdiri dari level usia U-16, U-18, dan U-20. Sayangnya, tak semua klub memiliki dan merawat tim junior di kategori tersebut. Bisa jadi, beberapa klub bahkan belum membentuknya, seperti tim yang promosi ke Liga 1 tahun ini, atau klub yang membentuk tim EPA namun dibubarkan begitu saja ketika musim berganti.

Sewarna dengan RD, Dejan Antonic pelatih PSS Sleman juga tidak keberatan dengan timnas U-19 hadir sebagai tamu peserta di kompetisi Liga 1. Putra terbaik Indonesia dengan kategori usia tersebut bisa langsung dikumpulkan, tak peduli sudah dikontrak tim senior atau EPA tertentu, malah bahkan dari yang berkarier di luar negeri seperti putra Dejan, Stefan Antonic, yang membela Hong Kong Southern District FC.

"Saya juga punya saran untuk liga yang akan dimulai. Dikarenkan sebentar lagi Piala Dunia U-20, kenapa tidak membuat satu tim yang materinya adalah pemain timnas U-19, dan dilibatkan dalam liga sembari juga memantau bakat-bakat yang berada di tim lain, juga di luar negeri," jelas Dejan.

Shin Tae-yong - Indonesia & Mochammad Iriawan - PSSIAlvino Hanafi / Goal

Bali United sebagai juara Liga 1 musim lalu merupakan salah satu tim yang merawat pemain EPA mereka. Beberapa nama dari tim junior sudah diorbitkan ke tim utama, seperti contohnya Irfan Jauhari.

Menurut Stefano Cugurra, pelatih Bali United, yang terbaik adalah PSSI memberikan keleluasaan kepada Shin Tae-yong sebagai pelatih-manajer yang bertanggung jawab mempersiapkan tim menuju Piala Dunia U-20.

"Hal ini tentu tergantung pelatih kepala timnas Indonesia U-20. Semoga mereka punya persiapan yang benar agar berprestasi sebelum Piala Dunia U-20. Kompetisi ini sangat penting buat nama Indonesia agar terlihat di negara lain," ucap Teco, sapaan karib Stefano.

Hingga kini, belum ada kejelasan dan masih nampak tarik-ulur keputusan soal bagaimana kelangsungan timnas U-19, yang juga bakal tampil di Piala Asia U-19 tahun ini, di Uzbekistan. Tae-yong ingin pemusatan latihan di Korea Selatan, sementara PSSI berupaya bisa di Indonesia.

Sekarang, tinggal menunggu kepastian dari segala pihak yang punya kuasa, untuk kita mendapat korelasi yang jelas antara menggelar kompetisi di tengah pandemi demi kepentingan Indonesia tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan.

Kantor PSSIMuhammad Ridwan
Iklan
0