Quique Setien bersikeras bersedia kembali ke Barcelona dan dia mengaku menikmati pengalaman luar biasa saat memimpin klub raksasa LaLiga Spanyol itu.
Setien menjadi pelatih kepala Barca pada Januari hingga akhir musim 2019/20 yang menyedihkan, di mana klub menutup kompetisi tanpa trofi dan dipermalukan 8-2 oleh Bayern Munich di perempat-final Liga Champions.
Juru taktik berusia 62 ini membahas pengalamannya berkiprah di Camp Nou dan mengatakan bersedia kembali membesut Blaugrana di masa depan.
"Pengalamannya luar biasa," kata Setien di Marca.
"Benar, kami memang tidak menikmati hal-hal yang kami inginkan dan dengan segala ilusi yang ada, saya memulainya."
"Tentu saja saya ingin kembali ke Barcelona dan tidak akan pernah menyesali apa yang telah tejadi, tidak sama sekali."
Setien belum juga melatih klub sejak dipecat Barcelona pada Agustus lalu. Mantan pelatih Real Betis dan Las Palmas ini mengaku masih butuh waktu.
"Saya sudah melewati masa-masa sedih akibat apa yang terjadi bersama Barcelona," lanjutnya.
"Tetapi itu hanyalah sebuah peristiwa, salah satu yang harus dihadapi sebagai bagian dari pekerjaan."
Posisi Setien digantikan oleh pelatih veteran Belanda Ronaldo Koeman namun situasi Barcelona belum memperlihatkan tanda-tanda membaik.
Barca saat ini menempati peringkat lima klasemen sementara LaLiga, tertinggal delapan poin dari Atletico Madrid.
Barca akan memulai perjuangan menapaki klasemen dengan meladeni tantangan Eibar lalu menjalani satu periode di mana mereka harus tampil tandang di lima pertandingan secara beruntun lawan Huesca, Athletic Bilbao, Granada, Real Sociedad dan Elche.
Peruntungan Barca di Eropa cukup baik, mereka lolos ke babak gugur di posisi kedua dengan 15 poin, hanya kalah head-to-head dari Juventus. Sayangnya, di babak 16 besar mereka harus berhadapan dengan Paris Saint-Germain.


