Berita Live Scores
Liverpool FC

Bagaimana Cedera Alisson Bisa Merusak Harapan Juara Liverpool

10.24 WIB 14/08/19
Alisson 2018-19
The Reds kehilangan kiper asal Brasil itu selama beberapa pekan dan itu bisa jadi kerugian besar berdasarkan statistiknya musim lalu.

Sisi buruk kesempurnaan Alisson Becker untuk Liverpool adalah kekosongan ketika dia absen. Kiper terbaik biasanya akan diandalkan secara konsisten tanpa perlu istirahat atau rotasi, dan cedera yang menimpa kiper utama The Reds pada laga perdana Liga Primer Inggris 2019/20 bisa menjadi masalah yang signifikan bagi tim besutan Jurgen Klopp.

Manajer tidak memberi kepastian sampai kapan cedera sang kiper, tetapi yang pasti ia harus istirahat dalam hitungan pekan bukan hari. Adrian, yang direkrut sebagai cadangan setelah kontraknya di West Ham habis, memiliki kualitas yang tentu di bawah Alisson, tetapi ia sudah harus siap untuk menjadi starter dalam beberapa laga ke depan.

Keberhasilan Liverpool juara Liga Champions dan menempati posisi kedua Liga Primer Inggris adalah salah satunya karena ketangguhan lini belakang, dengan hanya kemasukan tujuh gol pada tengah musim kasta tertinggi, mereka akhirnya kemasukan 22 kali selama satu musim - catatan terbaik di liga.

Itu tidak lepas dari aksi-aksi heroik Alisson di bawah mistar. Meski bukan berlebihan seperti menyelamatkan gawangnya dari kebobolan setiap satu menit sekali, tetapi pemain Brasil itu melakukan penyelamatan saat diperlukan.

Liverpool tidak mendapat banyak tembakan ke gawang mereka, tetapi Alisson membuat prosentase penyelamatan lebih bagus dibandingkan rival-rivalnya. Jika melihat video penyelamatannya, maka cukup bisa disimpulkan bahwa jika The Reds memakai penjaga gawang yang memiliki kualitas lebih rendah dari Alisson, maka mereka akan kemasukan lebih banyak.

Ini adalah mimpi buruk Klopp; Alisson mungkin menjadi satu-satunya yang tak tergantikan dalam starter Liverpool. Contohnya, mereka pernah harus bermain tanpa Van Dijk di kandang melawan Bayern Munich di 16 besar Liga Champions dan masih bisa meraih clean sheet. Mohamed Salah tidak berkontribusi pada leg kedua semifinal melawan Barcelona. Pemain lain bisa masuk dan menggantikan peran mereka di tim.

Alisson mungkin satu-satunya pemain yang memiliki semua atribut yang diinginkan Klopp dalam posisinya. Dan itulah yang bisa membuat Liverpool sedikit terseok dalam persaingan gelar juara pada beberapa pekan ke depan.

Mereka memenangi enam pertandingan secara beruntun di awal musim lalu, hanya kemasukan dua kali. Pada musim lalu, Alisson juga melakukan beberapa penyelamatan gemilang yang membuat tim tetap berjalan di jalur juara liga atau membuat tim menuju juara UCL. Penyelamatan menit akhir dari peluang Arek Milik pada laga pamungkas babak grup UCL melawan Napoli - yang memastikan tim lolos ke babak gugur - menjadi bukti dalam konteks tersebut.

Tanpa dirinya tidak ada jaminan. Dalam 38 pertandingan liga musim lalu, Alisson melakukan 76 penyelamatan dari 307 tembakan yang diderita Liverpool, 50 di antaranya penyelamatan dibuat dari tembakan dalam kotak penalti. Apresiasi tinggi diberikan pada lini belakang The Reds yang mampu meminimalisir jumlah tembakan yang dialami klub, tetapi yang lolos tidak sedikit berhasil diamankan oleh Alisson.

Prosentase penyelamatannya sebesar 77 persen, terbaik di Liga Primer Inggris, sementara David de Gea hanya mencapai 69 persen.

Ederson - kiper utama Manchester City dan kompatriot Alisson di tim nasional Brasil - kemasukan lebih banyak gol (23) dari jumlah tembakan yang lebih sedikit (238). Itu menjadi bukti kemampuan Alisson untuk melakukan penyelamatan ketika dibutuhkan.

Berdasarkan kualitas dan jumlah peluang yang diderita Liverpool musim lalu, mereka kemasukan tujuh gol lebih sedikit daripada yang diperkirakan (xG). Itu menurut data dari Understat. Hal tersebut membantu 13,5 poin tambahan dari perkiraan, yang membuat mereka menjadi jauh lebih dekat ke Manchester City. Itu melalui kontribusi yang tidak kecil dari kemampuan Alisson mementahkan peluang dalam situasi satu lawan satu.

Terlebih lagi, tidak ada kiper utama yang melakukan umpan sukses lebih banyak dari Alisson (864) sepanjang EPL musim lalu. Liverpool - bersama Manchester City dan Chelsea - memakai kiper seperti pemain di posisi outfield lebih dari tim lainnya di liga. Mereka melakukan ini karena fundamental untuk taktik tim, karena itu mereka membutuhkan kiper seperti Alisson, Ederson dan juga Kepa Arrizabalaga.

Terakhir kali Adrian menjadi kiper reguler di liga - ketika ia berbagi tugas dengan Joe Hart di West Ham - ia hanya membuat 42,5 persen umpan sukses dan prosentase penyelamatannya sebesar 70 persen. Angka tersebut cukup baik, tetapi masih jadi pertanyaan apakah itu bisa menjaga konsistensi pertahanan kuat Liverpool.