Jurgen Klopp menegaskan, Liverpool tidak akan menggunakan cedera sebagai alasan ketika tim sedang bersiap untuk Desember yang padat.
The Reds mengalami krisis cedera untuk memulai musim 2020/21 ini, namun tim asal Merseyside itu kini berada di peringkat kedua di klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan perolehan yang sama dengan Tottenham Hotspur dan mereka sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Trent Alexander-Arnold dan Naby Keita kembali berlatih pada Jumat (4/12) kemarin, dua hari sebelum Liverpool menjamu Wolves di Anfield.
Meski klub sedang mengalami badai cedera, Klopp menyatakan ekspektasi tim masih tinggi.
"Siapa pun yang tersedia, kami tetap Liverpool. Begitulah cara kami melihatnya. Itu artinya kami ingin memenangkan pertandingan," ujar Klopp kepada wartawan.
"Sebenarnya, saya pikir sebagian besar orang berpikir kami harus memenangkan pertandingan. Anda bisa melihat bahwa ketika Anda berbicara sebelum pertandingan, atau setelah pertandingan, orang-orang tidak membicarakan [siapa yang tersedia]--dia tidak tersedia, tidak tidak tersedia, ya, ya, tidak--tidak ada yang benar-benar akan membiarkan Anda menggunakan situasi semacam itu sebagai alasan. Dam, kami tidak akan mengunakannya."
"Situasinya sulit, 100 persen, tapi kami ada di matchday--di mana kami, sembilan, 10 datang? Tidak yakin. Jadi, rasanya sudah cukup lama, tapi ini bukan sepertiga musim."
"Jadi, siapa yang peduli siapa ada di mana saat ini. Kami mencoba bermain sepakbola. Kami memenangkan beberapa pertandingan, imbang dalam beberapa yang lain, kalah besar-besaran. Jadi, itulah pekerjaan."
Liverpool memiliki catatan tidak terkalahkan di kandang yang terpanjang kedua dalam sejarah Liga Primer (64 pertandingan) jelang menjamu Wolves di Anfield.
Namun, Liverpool kehilangan poin lebih banyak dari posisi menang pada musim ini (enam) ketimbang yang mereka alkukan secara keseluruhan pada musim lalu (lima).


