Pep Guardiola mondar-mandir di area teknisnya saat Manchester City mati-matian berusaha menyamakan kedudukan lawan Tottenham Hotspur.
Tapi Anda tidak harus menjadi pelatih paling sukses di dunia untuk melihat ada sesuatu yang salah dengan timnya.
City butuh sosok pencetak gol ulung dan jawaban atas masalah tersebut ada di tribune penonton Tottenham Hotspur Stadium, dengan masa depan sang pemain masih belum menemui titik terang.
Dan, saat Tottenham menunjukkan bahwa mereka bisa melanjutkan hidup tanpa Harry Kane, City justru sebaliknya mereka tampak benar-benar membutuhkannya.
Musim lalu, pasukan Guardiola mengklaim titel juara Liga Primer Inggris tanpa striker yang bisa diandalkan, tapi musim ini mungkin tidak mudah.
Saingan mereka - Chelsea, Liverpool dan Manchester United - semuanya menang besar di laga pembuka 2021/22. City justru sebaliknya, alih-alih menang, mencetak gol pun susah.
Memang mereka memiliki jadwal awal musim yang jauh tidak bersahabat ketimbang para rival, namun itu bukan alasan utama. Salah satu faktor di balik kegagalan meraih hasil bagus adalah karena mereka tidak punya penyerang ulung.
Jika City berharap untuk tawar-menawar harga untuk Kane sebelum jendela transfer ditutup pada awal September, bukan tidak mungkin mereka akan kembali ompong di laga-laga berikutnya.
Getty ImagesCity bisa saja unggul 3-0 dalam 10 menit pertama tetapi mereka kekurangan sentuhan terakhir untuk membuat perbedaan.
Fernandinho berlari dengan cerdas mengejar tendangan bebas, namun sundulannya melebar dari gawang Hugo Lloris. Sementara Joao Cancelo dan Riyad Mahrez melepaskan tembakan tidak tepat sasaran.
Jack Grealish di sayap kiri dan Mahrez di kanan berulang kali merepotkan kedua bek sayap Spurs, hanya saja setiap umpan silang yang mereka kirimkan dengan mudah diantisipasi oleh Davinson Sanchez dan Eric Dier.
Winger Spanyol, Ferran Torres menjalani peran sebagai nomor sembilan. Memang benar ia piawai mencari ruang, namun penyelesaian akhirnya bukanlah tipikal seorang striker.
"Kami bermain dengan para pemain yang sama seperti musim lalu dan kami mencetak banyak gol," kata Guardiola dalam jumpa pers pascalaga. "Itu pernah terjadi."
"Yang penting kami berusaha, umpan silang terakhir. Kami berulang kali melakukannya dan hari ini juga. Kami tidak bisa mencetak gol namun inilah misteri yang sama. Kami tetap sama, kami cukup bagus untuk menciptakan peluang dan mencetak gol, kami akan melakukannya lagi."
Tidak ada skema rahasia dalam permainan Tottenham - mirip dengan yang dipakai oleh Jose Mourinho untuk mengalahkan City di pertandingan yang sama musim lalu dan yang juga digunakan oleh manajer Spurs sekarang, Nuno Espirito Santo bersama Wolverhampton Wanderers.
Membiarkan City mendominasi bola, memadati kotak penalti sendiri untuk membuat mereka sulit mencetak gol dan balas menyerang mereka saat lengah.
Tanpa Kane memang terlihat lebih sulit bagi Spurs, tapi Son Heung-min muncul sebagai solusi. Usai tendangan pertamannya melebar, yang kedua bersarang mulus ke gawang City pada menit ke-55.
Getty ImagesCity tampak lesu saat pertandingan berlangsung, dan kurangnya ancaman nyata menjadi perhatian, meski hasil akhir sepertinya tidak akan mengubah pandangan Kane.
Bahkan ia mungkin akan membulatkan tekadnya untuk menuntaskan transfer ke Etihad Stadium, karena tahu dirinya dibutuhkan dan menjadi penyempurna tim.
Seperti komitmen dan tekad Tottenham, kemampuan mereka untuk memberikan gelar juara yang sangat diinginkan oleh sang striker internasional Inggris masih tampak mustahil.
Ketika namanya dicoret dari skuad Tottenham untuk duel lawan City, itu menjadi bab baru dalam kisah saga transfer yang telah berlangsung selama musim panas ini dan akan terus memanas.
Nuno bahkan tidak tahu apakah Kane berada di stadion ketika ditanya mengenai hal tersebut sebelum pertandingan. "Ia berlatih pada pagi hari, saya tidak tahu apa yang dilakukannya [sekarang]," kata juru latih asal Portugal itu.
City akan lebih bijaksana untuk menghubungi pemilik Spurs, Daniel Levy terlebih dahulu pada Senin (16/8) ini dan mencari tahu berapa harga yang dimintanya untuk pemain berusia 28 tahun tersebut.
Semakin cepat mereka bisa memboyong Kane atau siapa pun alternatifnya, semakin cepat mereka bisa memulai misi mempertahankan gelar juara dengan aman.




