Federasi sepakbola Australia (FFA) mengaku diajak bergabung ke dalam sebuah grup untuk menggulirkan Asian Super League (ASL) yang bisa mendatangkan keuntungan besar bagi klub.
Ketua eksekutif FFA James Johnson tidak menyebutkan pihak yang mengajak mereka untuk menggulirkan ASL, namun ia merasa tertarik dengan ide tersebut. Wacana ASL ini juga sudah diangkat ke pertemuan komite eksekutid (Exco) konfederasi sepakbola Asia (AFC) dua pekan lalu yang turut dihadiri presiden FFA Chris Nikou.
Perwakilan dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) dan Uzbekistan akan terlibat dalam gugus tugas bersama dengan Australia.
Belum diketahui apakah ASL ini merupakan liga breakaway yang hanya melibatkan klub-klub papan atas Asia yang bertanding secara penuh dalam bentuk liga, atau merupakan versi lain dari Liga Champions Asia (LCA) yang pesertanya berdasarkan hasil kompetisi domestik.
Seperti diketahui, format pertama mendapat penolakan dari komunitas sepakbola Eropa, termasuk petinggi pemerintahan sejumlah negara, karena dinilai telah merusak nilai kompetisi, dan hanya memikirkan keuntungan komersial.
“Saya pikir ini bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan orang. Mereka harus melihatnya sebagai kesempatan untuk memastikan kompetisi terus berkembang. Kenyataannya, jika mereka tidak berkembang, mereka akan tertinggal,” kata Johnson dikutip laman The Sydney Morning Herald.
“Penting bagi Australia untuk menjadi pengendali pembicaraan itu. Sangat baik kami akan terwakili, dan baik untuk Asia, karena kita adalah pasar yang penting bagi Asia.”
“Kami perlu masuk dan mendengarkan, serta mencoba dan memahami lebih banyak tentang apa tujuan AFC. Saya pikir kami dapat membawa suara yang sangat bagus. Kami adalah organisasi dan negara yang dihormati di Asia, dan kami akan mendengarkan, serta berbicara juga. Pertama-tama, kami harus mencari tahu apa kerangka acuan itu.”
Media di Australia juga menyebutkan ada dukungan untuk menggelar Super League di level konfederasi. Salah satunya adalah jaringan komersial mereka, Football Marketing Asia.
“Ini kesempatan untuk membuka diskusi dan dialog tentang perubahan di industri ini. Sepakbola Asia sekarang sangat penting di level global. Banyak pemilik klub Eropa berasal dari Asia, dua per tiga populasi dunia juga ada di Asia, dan perkembangan ekonomi paling pesat,” ucap Johnson.
“Tentu saja aspek kompetisi memang perlu dilihat. Ini saat yang tepat bagi kami untuk menyelaraskan potensi tentang apa yang kami lakukan di Australia dengan tujuan yang diinginkan Asia.”
Liga di Australia memang berbeda dibandingkan kompetisi lainnya di Asia. Liga Utama Australia (A-League) tidak mengenal istilah promosi dan degradasi.
