Attila Szalai, FenerbahceAA

Siapakah Attila Szalai? Target Transfer Chelsea Dijuluki 'Van Dijk Hongaria'

Dalam beberapa hari terakhir nama Attila Szalai, ramai diperbicangkan. Ia disebut sudah sepakat untuk pindah ke Chelsea, dan akan bergabung pada Januari mendatang.

Bila benar terjadi, Szalai bakal bertemu idola Thiago Silva, yang kini membela Chelsea. Ia adalah fans berat AC Milan dan sangat mengagumi sosok asal Brasil tersebut.

Bukan itu saja, Szalai juga bisa belajar banyak dari Silva, untuk menjadi pemain belakang yang hebat. Bahkan, ia juga dapat mewarisi posisi mantan pilar Paris Saint-Germain tersebut.

Hanya saja, kepindahan Szalai ke Chelsea belum dapat dipastikan. Fenerbache, selaku klub yang dibela bek berusia 23 tahun tersebut menegaskan rumor itu tidak benar.

"Tampaknya kepindahannya ke Chelsea adalah kesepakatan yang sudah selesai," kata pelatih timnas Hongaria Marco Rossi, pada Senin (6/12), yang tak lama berselang dibantah Fenerbache.

Terlepas dari itu, langkah besar dalam karier Szalai, berkat keberaniannya meninggalkan Apollon Limassol. Ia memutuskan bergabung dengan Fenerbache pada musim 2020/21, sehingga talentanya dapat diketahui banyak orang.

Sekarang, Szalai dianggap sebagai prospek yang luar biasa setelah tampil gemilang bersama Hongaria di Euro 2020. Ia bermain penuh percaya diri dan menjadi idola baru suporter Fenerbache.

Peran Szalai, di lini belakang Hongaria tidak tergantikan. Terbukti, ia selalu dipercaya Rossi untuk bermain sejak menit awal dalam setiap pertandingan yang digelar.

“Dia harus menjadi salah satu bek tengah terbaik di Eropa dalam beberapa tahun [ke depan],” kata Rossi baru-baru ini kepada Inside Football.

Saat membela Hongaria, Szalai lebih sering bermain sebagai bek kiri sehingga cocok dengan formasi 3-4-2-1, yang dipakai Chelsea di bawah Thomas Tuchel. Akan tetapi, ia sebetulnya lebih nyaman menjadi bek tengah.

Kelebihan Szalai, adalah pandai membaca permainan, disiplin, dan kuat dalam duel bola atas maupun bawah. Ia juga tak segan untuk melakukan pelanggaran untuk mencegah terjadinya gol.

"Banyak hal tentang dia yang saya suka. Dia sangat pandai menutup lawan, sangat pandai membaca permainan dan dalam duel bertahan. Dia pemain yang komplet," ucap Rossi.

Kehebatan Szalai, berasal dari ayahnya Attila Szalai Sr. Semasa masih aktif bermain sepakbola Szalai Sr, juga berposisi sebagai bek.

Tentu saja, Szalai Sr mengajari banyak kepada Szalai untuk menjadi pesepakbola hebat. Ia merupakan mentor yang sekaligus merangkap ahli gizi dan psikolog putranya.

"Kami harus banyak bekerja pada koordinasi gerakan, meningkatkan kecepatan dan daya tahan, serta melakukan banyak latihan tanpa bola, selain teknik yang dilatih secara terus-menerus," kenang Szalai Sr.

Keluarga memberikan dukungan penuh untuk karier Szalai. Ketika pemandu bakat Rapid Vienna melihat kemampuannya pada usia 14 tahun, mereka memutuskan untuk pindah ke dekat perbatasan Austria agar dapat mendaftar di akademi klub.

Tiga tahun kemudian, Szalai sudah menjadi pemain reguler untuki tim cadangan Rapid, yang bermain di divisi ketiga. Mulai dari sana harapan menembus skuad utama muncul.

Kesempatan tersebut akhirnya terjadi pada 11 Mei 2016. Pelatih Rapid Zoran Barisic, memberikan debut kepada Szalai di pertandingan melawan Altach.

Keputusan Barisic, memainkan Szalai terbukti tepat. Ia mampu membuat pertahanan Rapid, sulit ditembus meski hasil pertandingan berkesudahan dengan skor 1-1.

"Szalai adalah pemain cerdas yang mengingatkan saya pada Holger Badstuber," kata Barisic usai pertandingan, mengutip bintang Bayern Munich saat itu sebagai perbandingan.

"Sayangnya, Holger sering cedera, sementara saya lebih beruntung dengan cedera. Tetapi sejauh menyangkut kekuatan permainannya, merupakan kehormatan besar bahwa pelatih mengatakan itu tentang saya," Szalai menanggapi Barisic.

PSV Eindhoven menunjukkan minat untuk mengontrak Szalai. Akan tetapi, Rapid menolak tawaran tersebut karena ia sedang tampil gemilang di skuad utama.

Keputusan Barisic, meninggalkan Rapid, memengaruhi Szalai. Penggantinya, lebih sering untuk tidak memainkannya sehingga ia memutuskan bergabung dengan klub tanah kelahirannya, Mezokovesd.

Walau tidak selalu tampil sebagai starter, Szalai mampu mengunci satu tempat di timnas Hongaria U-21. Ia pun lantas membuat direktur olahraga Apollon Limassol, Petros Konnafis terkesan berkat penampilan impresif selama pertandingan kualifikasi Euro U-21 melawan Siprus pada 2018.

Negosiasi panjang terjadi, dan akhirnya Apollon Limassol merekrut Szalai, dengan mahar sebesar €400.000, pada 2019. Di akhir tahun itu, ia mencetak debut untuk skuad senior timnas Hongaria.

Penundaan Euro 2020 jelas merupakan berkah bagi Szalai yang sedang naik daun. Penampilannya melawan Portugal, Prancis, dan Jerman pada musim panas 2021 sangat luar biasa.

Szalai tampil apik dalam bertahan dan membantu serangan dengan bola-bola panjang yang akurat. Begitu besar pengaruh yang diberikannya, sehingga beberapa pakar di Hongaria mulai memanggilnya 'Van Dijk Hongaria'.

Sejak saat itu, Szalai menjadi komoditas sejumlah klub. Awalnya, ayah Szalai menyatakan bahwa Bundesliga akan menjadi tujuan pilihan putranya, tetapi Fenerbahce membuat penawaran yang sangat bagus pada Januari 2021, dan Apollon bersedia menjual seharga €2 juta.

Bersama Fenerbahce, Szalai terus menunjukkan sinarnya. Bahkan, sejumlah suporter mengklaim ia merupakan satu di antara bek terbaik dalam sejarah yang dipunya klub tersebut.

Napoli, dilaporkan tertarik memboyong Szalai pada musim panas. Namun, sekarang Chelsea, menjadi klub terdepan untuk memboyong pemain kelahiran 20 Januari 1998 tersebut.

Andai gabung Chelsea, Szalai tidak susah beradaptasi karena fasil berbahasa Jerman, seperti Tuchel. Ia dinilai sosok yang tepat untuk menggantikan Antonio Rudiger dan Andreas Christensen, yang kontraknya selesai pada akhir musim ini.

Thiago Silva juga akan menjadi mentor terbaik untuk Szalai. Meski kepindahannya tidak sedekat seperti yang diklaim Rossi, pada awal pekan ini, banyak alasan membuat The Blues menghadirkannya ke Stamford Bridge.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0