Gustavo Almeida dan Marko Simic - Persija JakartaPersija Jakarta

Atmosfer Pemilu Bikin Persija Jakarta Terusir Ke Bali

Persija Jakarta harus gigit jari dalam upaya mereka memperbaiki posisi di klasemen sementara. Tim Macan Kemayoran harus melakoni dua pertandingan kandangnya di Stadion Dipta Gianyar.

Kepastian melakoni laga kandang rasa tandang akan dialami Persija saat menjalani matchday ke-25 melawan Madura United pada 22 Februari. Begitu juga dengan matchday ke-27 menghadapi Dewa United pada 2 Maret.

Dalam surat operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) disebutkan, situasi Jakarta membuat tim Macan Kemayoran tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan di ibu kota.

Hal itu diduga tak lepas dari agenda penghitungan suara yang telah ditetapkan komite pemilihan umum (KPU). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari hingga 20 Maret. Manajemen Persija hanya bisa pasrah dengan keputusan yang diberikan PT LIB.

“Situasi di ibu kota tidak memungkinkan untuk menggelar laga kandang. Sedangkan stadion lain di Jabodetabek pun masih tahap renovasi,” ungkap direktur utama Persija Ambono Janurianto dilansir laman resmi klub.

“Hal ini memaksa Persija untuk mencari alternatif kandang, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi lokasi yang paling memungkinkan.”

“Kami menilai Bali menjadi lokasi paling ideal untuk kandang sementara Persija pada 22 Februari dan 2 Maret. Sebab, pada 26 Februari 2024 Persija akan away melawan Arema FC di Bali. Jadi dalam periode tiga laga itu, tim menetap di Bali, sehingga sangat baik untuk recovery pemain.”

Belum diketahui nasib pertandingan kandang Persija pada 16 Maret saat menjamu Persik Kediri, mengingat tanggal itu masih dalam masa penghitungan suara. Hingga saat ini, PT LIB belum mengubah venue pertandingan, dan tetap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Iklan
0