OLEH DONNY AFRONI
Kapten tim Atep mengakui Persib Bandung miskin variasi serangan, sehingga mudah dipatahkan setiap lawan yang berujung kepada minimnya jumlah gol mereka hingga pekan ke-11 Liga 1 2017.
Persib hingga saat ini baru menjebol gawang lawannya sebanyak sembilan kali. Jumlah itu hanya separuh dari lesakan gol pemuncak klasemen PSM Makassar, atau terpaut 13 gol dari peringkat dua Madura United.
SIMAK JUGA: Pemain Persib Paling Banyak Dibicarakan Di Twitter
Atep mengatakan, kondisi itu tak lepas dari tidak adanya pengatur permainan di lini tengah. Selama ini Persib mengandalkan serangan melalui sektor sayap. Apalagi lawan juga sudah mengetahui kekuatan mereka, karena setiap laga Persib ditayangkan langsung televisi.
“Pada musim 2014 [saat juara], kami punya gelandang-gelandang kreatif yang memungkinkan hadirnya serangan dari sektor tengah, jadi banyak variasi. Tapi sekarang, ya wajar dibilang monoton, karena memang hanya memungkinkan serangan sektor sayap,” jelas Atep dikutip laman Pikiran Rakyat.
SIMAK JUGA: Gelandang Persib Bandung Bangun Museum Mini
“Ada banyak gelandang, tapi tipikalnya sama, gelandang bertahan, bukan pengatur serangan. Membangun serangan juga jadi serba salah, karena saat kami alirkan bola ke depan, tidak ada striker yang cukup kuat untuk menyelesaikan peluang.”
“Semua tim sudah tahu cara main kami, apalagi setiap pertandingan Persib pasti disiarkan langsung. Sebisa mungkin kami harus bisa memaksimalkan laga kandang untuk menang, dan berusaha habis-habisan supaya tidak kalah saat tandang, meskipun ya itu tadi, sangat sulit mencetak gol.”

