Fede Valverde berubah menjadi perpanjangan tangan pelatih Jose Mourinho di dalam lapangan, setelah pemain asal Uruguay itu menjadi penghubung yang diandalkan pelatih asal Portugal tersebut untuk melakukan penyesuaian taktik selama dua pekan pertama liga.
Menurut surat kabar Spanyol "AS", Valverde adalah sasaran instruksi Mourinho ketika pelatih itu ingin melakukan penyesuaian taktik pada tim selama dua pertandingan tersebut. Pada kedua laga itu, ia mendekat ke bangku cadangan untuk menerima instruksi dari pelatihnya dan menyampaikannya kepada rekan-rekan setimnya.
Dengan tampil di posisi yang lebih dalam, pemain asal Uruguay itu menguasai segalanya, mulai dari bertahan dan menyerang hingga kepemimpinan. Berkat catatan mencetak satu assist selama dua pertandingan, Valverde menjadi pilar yang bisa dijadikan landasan untuk membangun keseimbangan tim yang memiliki lini serang impian.
Mourinho sangat jelas dalam konferensi pers menjelang pertandingan liga kedua menghadapi Real Sociedad, ketika ia berkata: "Saya tidak ingin Fede bermain di sayap atau di posisi bek. Saya ingin dia menjadi gelandang."
Dan itulah yang benar-benar terjadi, karena pemilik nomor punggung 8 di Real Madrid itu menjadi pilar utama dalam membangun serangan dari belakang, serta mengemban tugas mengamankan tim secara defensif di tengah cedera yang dialami Tchouameni.
Dengan tampil di lini tengah bersama Bernardo Silva, duet keduanya tampak menjadi pilihan yang mampu memberikan permainan lebih lancar dan meredam serangan lawan.
Perpanjangan tangan Mourinho
Dua pertandingan pertama memperlihatkan bahwa perintah dan penyesuaian taktik Mourinho memiliki penerima yang spesifik. Pada kedua laga itu, setelah gol Asensio dan gol kedua Mbappe, Mourinho memanggil Valverde untuk menerima instruksinya dan menyampaikannya.
Bagi seorang pelatih yang sedemikian sering ikut campur selama pertandingan, keberadaan peran ini menjadi hal yang mendasar. Pelatih asal Portugal itu memilih sang penyandang ban kapten untuk menjalankan tugas ini, karena ia ingin kaptennya memikul tanggung jawab kepemimpinan, tanggung jawab yang mendapat kritik dari para suporter tahun lalu.
Tampaknya tugas baru ini, di dalam maupun di luar lapangan, meninggalkan dampak besar pada sang pemain, di mana Valverde tampil dalam dua pertandingan dengan karakter kepemimpinan yang lebih kentara, disertai fokus defensif di posisinya sebagai poros tim, di samping menyuguhkan energi yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Pelatih asal Portugal itu selalu dikenal dengan kemampuannya mengeluarkan versi terbaik dari para gelandang, dan ia memiliki dalam diri pemain asal Uruguay itu seorang pemain ideal untuk gaya bermainnya.
Kemampuannya bermain di semua posisi lini tengah memungkinkannya berduet dengan Bernardo dan menjalankan peran defensif utama, atau bermain bersama Tchouameni maupun Camavinga dengan kebebasan bergerak lebih besar untuk maju dan turun.
Angka-angka memihaknya
Valverde memperoleh rata-rata penilaian 8 dari platform Flashscore dalam dua pertandingan pertamanya, serta mencatatkan tingkat akurasi umpan 93% dan 97% dalam dua pertandingan liga.
Selain itu, ia memenangi empat duel menghadapi Espanyol, menuntaskan tiga tekel dengan sukses, dan salah satu tendangannya dari luar kotak penalti membentur tiang gawang.
Menghadapi Real Sociedad, Valverde tampil dalam versinya yang paling variatif, setelah mencetak satu assist, memberikan dua umpan kunci, melepaskan satu tendangan ke arah gawang, memenangi tiga duel, dan meraih tingkat kesuksesan 100% dalam tekel.
Valverde menyuguhkan sedikit dari segalanya, sebagaimana yang biasa ia lakukan sejak kedatangannya ke Madrid, karena ia menjadi salah satu pemain favorit para suporter berkat dedikasinya di setiap pertandingan. Pemain asal Uruguay itu mewujudkan semangat dengan seluruh detailnya.
Kini, setelah kepergian Carvajal, Valverde mewarisi ban kapten, dan ia harus membuktikan bahwa ia telah belajar dari para pemimpin besar yang pernah berbagi ruang ganti dengannya, serta memimpin generasi baru menuju kesuksesan. Ini adalah tugas yang mulai digarap sang pelatih sejak kedatangannya, sebab keberadaan Valverde sebagai pemain penting di dalam tim selalu mendekatkan Real Madrid pada raihan gelar-gelar terpenting.
Mourinho memilih Valverde untuk menjadi perpanjangan tangannya di dalam lapangan. Dalam dua pertandingan liga pertama, pemain asal Uruguay itu mendekat ke bangku cadangan usai gol-gol Real Madrid untuk menerima instruksi pelatih. Pelatih asal Portugal itu berupaya memperkuat peran kepemimpinan sang kaptennya.
Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"



