Jack Wilshere buka-bukaan soal kesulitannya mendapatkan klub baru, mantan pemain Arsenal itu mengaku ia tidak mengerti mengapa tak ada tim yang berusaha merekrutnya.
Sang gelandang sempat mampir di West Ham dan Bournemouth setelah meninggalkan The Gunners pada 2018, namun tak mendapatkan tempat di rencana jangka pajang kedua klub.
Kini, dengan koleksi 34 penampilan bagi Inggris dan masih berusia matang (29 tahun), Wilshere tak habis pikir mengapa ia tidak menjadi incaran klub mana pun.
"Hari ini saya berlari memutari trek atletik dan kesulitan membayangkan saya akan berada di titik ini dalam karier saya," ujar Wilshere kepada The Athletic soal situasinya. Ia berlatih sendirian untuk menjaga kebugaran.
"Anak-anak saya sudah di usia yang bisa mengerti. Apalagi Archie, yang sudah sembilan tahun. Ia bahkan mengobrol dengan saya, 'Bagaimana dengan MLS?' atau 'Mengapa Ayah tak bermain di La Liga?'"
"Dan sulit untuk menjelaskan kepadanya. Ia akan bertanya 'Kok bisa tak ada klub yang menginginkan Ayah?' Entah. Tapi bagaimana saya menjelaskan itu kepadanya?"
"Saat saya pergi keluar, orang-orang mengenali saya. Yang paling sulit adalah menjelaskan saat mereka bertanya, 'Mengapa Anda tidak bergabung dengan klub di Inggris?' Saya menjawab, 'Tidak ada yang menginginkan saya', dan mereka cuma tidak habis pikir."
Menghabiskan seluruh kariernya di negara kelahiran, Wilshere berkata ia sudah melebarkan sayapnya soal ke mana ia akan berlabuh selanjutnya. Ia berharap pindah negara akan membantunya lepas dari reputasi mudah cedera panjang – ia pun bersikeras bahwa itu sudah masa lalu.
"Saya sudah pernah bilang kalau tak keberatan keluar negeri. Malah saya ingin keluar negeri. Saya ingin mencoba hal baru," imbuhnya.
"Memulai dari nol di tempat lain di mana orang-orang, klub, fans, tidak berpikir, 'Oh, itu Jack Wilshere. Ia akan cedera hari ini', atau, 'Ia paling banyak akan main lima laga dan itu saja... buang-buang duit'."
"Saya agak merasa pintu sudah tertutup rapat bagi saya di negara ini. Entah mengapa. Mungkin karena riwayat cedera saya dan orang-orang dapat rujukan dari berbagai tempat. Saya rasa itu tidak adil."
"Terakhir saya cedera itu Januari 2020. Semua akan berpikir, 'Oh, engkelnya, engkelnya'. Padahal bukan engkel saya. Saya menderita hernia, dan itu cuma cedera biasa. Hanya 10 hari tetapi setelah itu sayangnya terjadi lockdown. Tetapi saya melatih diri saya dan memiliki kebugaran dasar yang baik."
"Langkah saya selanjutnya bukan soal, 'saya butuh menghasilkan uang'. Ini akan soal rasa yang saya miliki di dalam hati saya, dan saya tak hanya bicara soal saat saya masih bocah, mencintai sepakbola. Dulu saat awal saya berada di Arsenal saya mencintai sepakbola, mencintai bermain di Emirates."
"Sekarang, ini soal berusaha meraih rasa memiliki sesuatu untuk diperjuangkan."


