Bek sayap muda Asnawi Mangkualam Bahar akan membuat jajaran pelatih dan manajemen klub K League 2 Korea Selatan, Ansan Greeners, tidak menyesali keputusan mereka telah menerima masukan dari pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong.
Asnawi telah menyelesaikan masa karantina di Korsel kemarin, dan akan segera bergabung dengan pemusatan latihan (TC) Ansan yang berlangsung hingga 19 Februari. Selanjutnya, Asnawi turut hadir dalam kegiatan perkenalan tim dua hari kemudian.
Selepas dua agenda tersebut, mantan penggawa PSM Makassar itu bersama tim barunya akan menjalani latihan rutin sebagai persiapan menghadapi Gimcheon Sangmu di pekan pertama K League 2 2021 pada akhir bulan ini.
Asnawi mengaku tidak merasa terbebani kala memperkuat Ansan. Apalagi kehadirannya di Korsel tak lepas dari rekomendasi Tae-yong kepada manajemen dan staf pelatih Ansan.
“Saya akan jadikan motivasi saat bermain. Suatu saat nanti saya ingin membuat manajemen dan pelatih Ansan mengucapkan terima kasih kepada coach Shin Tae-yong karena telah merekomendasikan saya ke sini,” tegas Asnawi dalam wawancaranya di kanal YouTube SPORTS-G.
Abi Yazid / GoalAsnawi mengatakan, dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan cuaca di Korsel, mengingat temperatur di Ansan saat ini mencapai minus lima derajat celcius.
Kendati demikian, Asnawi kembali menegaskan, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Sebab, Asnawi pernah merasakan cuaca serupa ketika berkunjung ke Negeri Ginseng pada 2017 bersama timnas U-19.
“Saya butuh waktu mungkin beberapa hari atau satu minggu untuk beradaptasi dengan cuaca saat latihan, karena saya belum pernah coba [di ruang terbuka]. Tapi dulu waktu datang ke Korea juga dengan cuaca yang sama, jadi saya rasa tidak ada kekhawatiran, karena sudah merasakan,” tutur Asnawi.
Di lain sisi, berkarir di luar Indonesia menjadi pengalaman baru bagi Asnawi. Namun ia mengaku tidak mempermasalahkan kondisi itu, karena sering berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon. Begitu juga dengan makanan sehari-hari.
“Ini baru pertama kali [pisah dengan keluarga]. Tidak ada [kesulitan hidup sendiri], karena saya sudah persiapkan sebelum berangkat ke sini. Saya sudah tahu apa yang harus dilakukan di sini,” ucap pemain berusia 21 tahun ini.
“Kalau kangen tidak terlalu, karena setiap hari berkomunikasi dengan orang tua. Saya juga bisa masak sendiri sejak lama. Kalau ada kesulitan (berkaitan dengan resep), saya telepon orang tua.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


