Marco Asensio tertangkap kamera ngamuk-ngamuk usai Carlo Ancelotti memilih tak memasukannya di laga Real Madrid vs Mallorca.
Los Blancos menjaga kesempurnaan mereka setelah come back lawan Mallorca 4-1 di Santiago Bernabeu, Minggu (11/9), dengan Federico Valverde, Vinicius Junir, Rodrygo, dan Antonio Rudiger menyumbang gol bagi Madrid.
Ini menjadi kemenangan kelima dari lima pertandingan La Liga buat pasukan Ancelotti, sehingga mereka berhak menghuni puncak klasemen. Namun, tak semua pihak berbahagia dengan hasil ini.
Eduardo Camavinga, Nacho, Luka Modric, dan Dani Carvajal dimasukan sebagai pengganti oleh Ancelotti, tetapi Asensio tak diberi cameo melawan bekas klubnya itu.
Bintang 26 tahun itu pun mengamuk. Kembali dari pemanasan di pinggir lapangan setelah Carvajal dan Camavinga dimasukan, Asensio terekam membanting rompinya, menendang tanah, sebelum melempar botol tanda marah-marah.
Asensio memang diberi kesempatan tampil 10 menit saat Madrid menghajar Celtic 3-0 di Liga Champions tengah pekan kemarin, tetapi baru bermain sebanyal delapan menit saja di La Liga musim ini.
Dengan kontraknya habis tahun depan, dia dikaitkan dengan klub-klub seperti Liverpool di bursa transfer musim panas, dan berpotensi menyesali keputusannya tak meninggalkan El Real, mengingat Piala Dunia yang akan digelar akhir tahun ini.
Menanggapi sikap anak asuhnya itu, Ancelotti mengaku paham mengapa Asensio marah.
"Asensio marah dan itu normal - kalau ia marah, itu karena ia ingin bermain dan saya mempertimbangkannya," kata Don Carlo dilansir AS.
"Dia sosok pemain penting."
Asensio didatangkan dengan harga murah €3,9 juta 2014 lalu dari Mallorca. Sejak saat itu dia telah mengoleksi 237 penampilan buat Real Madrid, serta memberikan impak besar dan bahkan menjuarai tiga titel La Liga dan tiga trofi Liga Champions.
Namun munculnya pemain-pemain seperti Vinicius Junior, Rodrygo, hingga Valverde perlahan-lahan mengikis menit bermainnya.


