Jose Mourinho Roma Monza 2023-24Getty

AS Roma Dikalahkan Inter Milan Gegara Jadwal, Bos Serie A: Jose Mourinho Cuma Cari Alibi

CEO Lega Serie A Luigi De Siervo membalas kritikan Jose Mourinho dengan menyebut pelatih AS Roma itu hanya sekadar mencari alasan terkait kekalahan Giallorossi dari Inter Milan.

Mourinho menyatakan, kelelahan menjadi penyebab anak asuhnya harus menelan kekalahan dari Inter. Mourinho juga secara sarkas mengatakan bertanding pada pukul 17:00 waktu setempat bagaikan 'kado' buat Roma.

Mourinho menyebutkan, Roma seharusnya bertanding pada Senin malam waktu setempat (Selasa dini hari WIB), mengingat mereka bertarung di Liga Europa pada Kamis malam (Jumat dini hari WIB).

Selain itu, kepempinan wasit juga mendapat sorotan dari Mourinho. Bahkan juru taktik asal Portugal tersebut enggan menghadiri sesi jumpa wartawan rutin selepas pertandingan, dan hanya bersedia berbicara dengan kanal resmi Roma.

De Siervo lalu memberikan respons terhadap kritikan Mourinho. Menurutnya, pertandingan penting seperti Inter versus Roma harus dijadwalkan di waktu yang banyak ditonton pecinta sepakbola.

“Saya menghormati Mourinho atas apa yang dia lakukan untuk Roma dan sepakbola. Tapi sejujurnya, komentarnya terdengar seperti alibi,” cetus De Siervo di radio GR Parlamento dikutip laman Football Italia.

“Dia adalah seorang profesional yang mengetahui dunia olahraga ini. Lihat saja Barcelona yang bermain di Liga Champions, lalu menjalani Clasico melawan Real Madrid pada pukul 4 sore.”

“Tidak ada cara lain untuk mengatasi hal ini. Pertandingan penting harus dimainkan pada saat puncak penayangan.”

De Siervo menambahkan, pertarungan antara Inter dan Roma telah menunjukkan kualitas Serie A dibandingkan liga lainnya di Eropa. Menurut De Siervo, persaingan di Serie A sangat ketat.

“Serie A luar biasa. Kami memiliki pertandingan seru di papan atas. Belum lagi kemenangan Cagliari, dari ketertinggalan 3-0 lalu berbalik mengalahkan Frosinone 4-3 pada hari Minggu,” ucap De Siervo.

“Ini adalah liga yang sangat kompetitif. Dalam empat tahun terakhir, gelar telah dimenangkan oleh empat klub berbeda. Sedangkan di negara lain, Anda melihat tim yang sama selalu menjadi pemenang.”

Iklan
0