AS Roma Dalam Krisis

Komentar()
Getty
AS Roma menelan tiga kekalahan dan dua imbang dari lima pertandingan terakhir di ajang Serie A.

OLEH    HAPPY SUSANTO     Ikuti di twitter

Menurunya performa AS Roma dalam waktu satu bulan lebih menjadi bukti kalau mereka sedang mengalami krisis. Tiga kekalahan dan dua imbang dari lima pertandingan terakhir secara beruntun di ajang Serie A merupakan catatan buruk yang membuat mereka kini terlempar dari persaingan gelar.

Saat ini, Giallorossi turun ke peringkat kelima klasemen sementara dengan perolehan 41 poin, terpaut 16 poin dengan sang pemuncak, Napoli, dan tiga poin dengan Inter Milan, yang menguni peringkat keempat.

SIMAK JUGA - AS Roma Tolak Pinangan €30 Juta Chelsea Untuk Edin Dzeko

Di pertandingan terakhir Serie A, Roma menelan kekalahan 1-0 di Stadio Olimpico di tangan Sampdoria. Di pekan sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 di markas Inter Milan. Kemenangan yang sudah di depan mata, setelah unggul lewat gol Stephan El Shaarawy sejak menit ke-31, harus buyar karena Matias Vecino menyamakan skor untuk Nerazzurri pada menit ke-86.

Di pekan ke-20, Roma juga menelan kekalahan 2-1 di kandang sendiri di tangan Atalanta, padahal tim tamu sempat bermain dengan sepuluh pemain. Edin Dzeko sempat mencetak gol untuk memperkecil skor, namun tetap tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Di pengujung tahun lalu, Roma hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Sassuolo. Kemenangan yang sudah di depan mata, setelah Lorenzo Pellegrini mencetak gol pada menit ke-31, harus buyar karena tim tamu bisa menyamakan kedudukan lewat aksi Simone Missiroli.

Satu pekan sebelum berakhirnya tahun lalu, Roma menelan kekalahan pertama dalam rentetan catatan buruk akhir-akhir ini. Mereka dibekuk Juventus dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Mehdi Benatia pada menit ke-18.

AS Roma GFX ID

Dengan demikian, Roma belum satu pun meraih kemenangan dalam lima pertandingan secara beruntun, bahkan klub asal ibukota Italia itu menelan tiga kekalahan. Eusebio Di Francesco harus memutar otak untuk mengatasi krisis yang sedang dialami timnya.

Ketiadaan Radja Nainggolan di dalam tim memang membuat Roma kian sulit untuk keluar dari krisis. Pemain asal Belgia ini mendapat sanksi dari klub akibat tindakan indisiplinernya pada pesta liar di Tahun Baru dengan merokok, minum alkohol, dan sempat memosting kelakuannya itu di akun Instagram-nya. Ia pun diparkir saat tim kalah di tangan Atalanta. 

Ditambah dengan masa depan Dzeko yang masih belum jelas. Striker asal Bosnia itu kabarnya masih menjadi incaran Chelsea, meski Emerson Palmieri akan segera meninggalkan Roma dan bergabung ke Stamford Bridge.

SIMAK JUGA - AS Roma Majal, Eusebio Di Francesco Frustrasi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Di Francesco untuk mengubah sistem permainan timnya. Ia tampaknya perlu mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-3-1-2 dengan masuknya Nainggolan ke slot itu atau mungkin bisa juga dipakai 3-4-2.

Di Francesco perlu memasang Nainggolan di posisi idealnya, yakni di belakang para penyerang. Tahun lalu, di bawah asuhan Luciano Spalletti, ia mencetak 11 gol dan membuat lima assist. Dengan baru dua gol yang dicetaknya pada musim ini, jelas bahwa sang gelandang bermain terlalu ke dalam. Kurangnya gol terjadi karena para gelandang tidak bisa bekerja bersama-sama untuk menggulirkan bola ke depan. Aleksandar Kolarov pun tidak bisa melakukan segala sesuatu.

Di Francesco juga perlu mengurangi gaya permainan Roma dengan banyak crossing, sebaliknya perlu meningkatkan tembakan. Permainan mereka mudah ditebak karena melakukan tekanan di sisi kiri dan ada Kolarov yang melakukan crossing atau Diego Perotti berusaha dengan dribbling. Tapi, dengan gaya semacam ini, tim lawan akan mudah menebaknya. Barisan penyerang mereka perlu fokus dalam melakukan tembakan, dan itu perlu ditingkatkan di setiap latihan.

Selain itu, Di Francesco perlu memberikan kepercayaan kepada sejumlah pemain muda, yakni Pelligrini, Cengir Under, dan Gerson.

 

Tutup