AS Monaco mengumumkan kepergian Vadim Vasilyev sebagai wakil presiden sekaligus manajer umum klub selama enam tahun terakhir.
Presiden klub, Dimitry Rybolovlev memuji kontribusi pria berusia 53 tahun tersebut, namun menekankan bahwa perubahan memang dibutuhkan agar mengakhiri masa krisis di Stade Louis II.
Di bawah arahan Vasilyev, Monaco sukses menjadi kampiun Ligue 1 Prancis dan menembus semi-final Liga Champions musim 2016/17, namun kehilangan sejumlah pemain penting dan Kylian Mbappe membuat performa mereka menurun drastis.
Musim 2018/19 ini, Monaco terpuruk di posisi ke-18 dari 24 pertandingan yang sudah mereka lalui. Pergantian kursi pelatih pun jamak dilakukan, mulai dari memecat Leonardo Jardim dan memanggilnya kembali, setelah sempat menggantikannya dengan Thierry Henry pada Oktober lalu.
"Akhir-akhir ini, saya lebih terlibat aktif dalam mengatur dan menuntaskan masalah yang ada di klub ini," kata Rybolovlev, Kamis (14/2).
"Saya mengambil beberapa keputusan yang sulit namun memang harus dilakukan, dalam opini saya. Secara khusus, saya pribadi ingin memanggil Leonardo Jardim dan meminta maaf atas kesalahan yang saya buat pada Oktober lalu."
"Saya meminta kepadanya untuk kembali ke klub dan memimpin, juga saya menyetujui semua usulannya soal membeli pemain selama bursa transfer musim dingin kemarin."
"Waktunya untuk perubahan. Dan perubahan ini tak hanya ada pada para pemain, tapi juga jajaran manajemen. Jadi, saya membuat keputusan yang sangat sulit, yakni memecat Vadim Vasilyev sebagai wakil presiden dan manajer umum klub."
"Saya sangat berterima kasih atas pekerjaan yang sudah dilakukannya bagi klub kami dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depannya."



