LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Bek Arema FC Arthur Cunha mengaku sudah hafal dengan permainan Marlon Da Silva, dan yakin bisa mematikan pergerakan striker Persiba Balikpapan tersebut di Stadion Gajayana, Senin (1/5).
Marlon bukan sosok asing bagi Cunha. Mereka pernah bersama-sama membela panji Mitra Kukar di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Sedikit banyak, Cunha sudah memahami karakter Marlon.
SIMAK JUGA: Marlon Bidik Kemenangan Kontra Arema
“Saya kenal baik dengan Marlon Da Silva. Dia adalah striker yang sangat bagus, dan saya harus bisa menghentikannya. Ketika selesai pertandingan, semua akan berjalan seperti biasa. Tapi setiap pertandingan kami harus fokus, bekerja keras agar kami menang, karena Persiba bukan tim yang buruk,” tutur Cunha.
“Kami punya banyak pemain bagus di belakang, tidak ada masalah berduet dengan Jad [Noureddine], Bagas [Adi Nugraha], atau bahkan Junda [Irawan]. Semua pemain Arema punya kualitas. Soal target, saya tidak menarget tidak kebobolan atau lainnya, karena terpenting Arema mampu memenangkan pertandingan.”
SIMAK JUGA: Gonzales Belum Pasti Main Lawan Persiba
Sementara mantan penggawa Persiba, Hanif Sjahbandi, menilai kekuatan Beruang Madu mengalami perubahan cukup signifikan. Hanif mengaku tidak terlalu mengetahui kekuatan Persiba musim ini.
“Setahun bersama Persiba membuat saya punya kesan tersendiri di klub tersebut. Namun ketika sudah di lapangan, semuanya akan berjalan profesional. Saya bermain di Arema untuk mengalahkan mereka,” ucap Hanif.
SIMAK JUGA: Aji Enggan Anggap Remeh Persiba Balikpapan
“Secara tim, saya baru melihat pertandingan mereka sekali saja ketika melawan Persija, jadi saya masih belum tahu kekuatannya seperti apa. Tetapi saya mengenal beberapa diantara mereka seperti kapten, Iqbal Samad, Dirkir, Fengky Turnando dan lain-lainnya.”
“Yang jelas mereka punya komposisi yang bagus, terutama di bagian striker dan sayap. Belum pernah menang bukan berarti buruk, bisa jadi mereka sedang berproses ke arah yang lebih baik, kami harus mewaspadai itu. Tidak bisa meremehkan.” (gk-48)

