Mikel Arteta memohon kepada para penggawa Arsenal untuk mau menerima vaksin COVID-19 karena jika tidak dirinya khawatir virus akan menggerogoti skuad.
Ganit Xhaka menjadi pemain Arsenal terbaru yang dinyatakan positif virus corona setelah menjalani tugas internasional bersama Swiss. Sebelumnya ada Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Willian dan Alex Runarsson yang absen pada awal musim Liga Primer Inggris setelah tertular COVID-19.
Rekrutan The Gunners senilai £50 juta, juga tidak bisa tampil lawan Chelsea dan Manchester City karena positif. Wabah tersebut secara tak langsung berkontribusi pada rekor awal musim terburuk yang dicatatkan klub dalam semusim sejak 1954.
Arsenal sekarang terpuruk di dasar klasemen jelang pertandingan lawan Norwich City, Sabtu (11/9) esok, dan Arteta sangat menantikan momentum kebangkitan timnya dan berharap hal itu tidak dirusak dengan adanya kasus infeksi COVID-19 berkelanjutan karena para pemain yang abai dengan kesehatan diri masing-masing.
"Kami mencoba menjelaskan semua alasan mengapa kami percaya itu [vaksinasi] adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Arteta. "Pertama, seberapa besar itu [vaksin] akan melindungi klub, kedua untuk melindungi rekan-rekan setim dan lingkungan di sekitar mereka, paparan yang akan kita miliki jika kita tidak melakukannya. Namun pada akhirnya, ini memang tergantung pada kesadaran pribadi."
"Jelas mereka akan dibatasi dalam aspek-aspek tertentu jika tidak [divaksinasi] karena kami tidak ingin mengekspos diri kami dalam hal-hal tertentu. Tetapi pada akhirnya, ini adalah masalah pribadi, bukan kewajiban dan kami harus menghormati itu."
"Misalnya, bepergian. Jika mereka tidak divaksinasi dan bepergian atau bersosialisasi di tempat-tempat tertentu, jelas, risikonya meningkat banyak dan kami tidak ingin paparan itu ada pada pemain kami karena, pada akhirnya, tim dan klub yang akan dirugikan."
"Apa yang harus kita lakukan adalah berada di lembaran yang sama dan memahami semua fakta, dan semua fakta adalah fakta pribadi yang dapat dimiliki seseorang karena berbagai alasan, mungkin itu masalah kesehatan, mungkin kontradiksi yang dimiliki atau cara seseorang dididik atau keyakinan tertentu, dan yang lainnya adalah yang terbaik bagi klub dan tim untuk mencoba meminimalkan risiko pemain tertular virus atau menularkannya kepada orang lain."


