Mikel Arteta Arsenal

Mikel Arteta Ungkap Pengalaman Berjuang Sembuh Dari Virus Corona

Manajer Arsenal, Mikel Arteta mengatakan dirinya benar-benar pulih dari virus corona dan menjelaskan pengalamannya menghadapi penyakit tersebut.

Sang bos The Gunners dikonfirmasi positif terpapar COVID-19 pada 13 Maret lalu dan sejak saat itu skuad Arsenal kemudian diwajibkan menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari.

Kasus itu tak hanya membuat duel antara Arsenal dan Manchester City ditunda, namun juga keseluruhan Liga Primer Inggris yang hingga saat ini masih dihentikan tanpa batas waktu.

Lebih dari 500.000 orang di dunia terinfeksi virus tersebut dan ada lebih dari 23.500 angka kematian sebah wabah dimulai.

Dan, Arteta mengungkapkan pengalamannya berjuang sembuh dari virus corona dan keluarga adalah hal yang paling dikhawatirkannya selama masa pemulihan.

"Saya merasa sepenuhnya pulih," kata Arteta kepada laman resmi klub. "Memang benar saya mulai mengalami beberapa gejala ketika kami mendapat telepon dari klub yang memberi tahu kami bahwa kami mungkin terkena virus yang disebabkan pemilik Olympiakos dan saat itu... saya tidak tahu, saya merasakan sesuatu ada dalam diri saya, bahwa saya merasa memilikinya [virus]."

"Kami memiliki pertandingan pada hari berikutnya melawan Manchester City, jadi saya membuat keputusan dan langsung memanggil dokter dan saya memintanya pulang."

"Saya berbicara dengan Raul [Sanllehi, pimpinan divisi sepakbola], [diretur teknik] Edu, Vinai [direktur pelaksana], Huss [Fahmy, ketua negosiator kontrak] dan kami mengadakan pertemuan dan saya berkata: 'Dengar, kami memiliki beberapa pemain yang telah terpapar. Ada risiko besar di sana dan saya juga yang pertama merasakan gejalanya, sangat jelas. Jadi, jika itu yang terjadi, semua pemain dan orang-orang yang berhubungan dengan klub, yang melakukan kontak dengan saya sehari-hari juga terpapar. Jadi, kami tidak bisa membuat keputusan, kami harus berbicara dengan Liga Primer, dengan Manchester City dan kami harus membuat keputusan dengan cukup cepat.'"

"Kemudian Anda menyadari: 'Wow, semua orang bisa terpapar di sini, ini sangat serius' dan Anda mulai berpikir tentang orang-orang yang berhubungan dengan Anda atau pun mereka yang terkait dengan klub. Saat itulah sedikit ketakutan mulai timbul."

"Mengenai gejala, itu adalah virus yang normal bagi saya. Saya mengalami tiga atau empat hari yang agak sulit, dengan suhu badan yang sedikit naik dan batuk kering, serta ada beberapa ketidaknyamanan di dada saya. Itu saja."

"Kesulitannya adalah saya memiliki keluarga di rumah, tiga anak dan saya khawatir. Istri saya sudah melaluinya, demikian juga pengasuh anak-anak. Syukurlah, anak-anak tidak mengalaminya. Kami sekeluarga sekarang baik-baik saja."

Iklan
0