Manajer Arsenal, Mikel Arteta berbicara tentang respek dan kekagumannya terhadap bos Manchester City, Pep Guardiola, yang masih sering dimintainya saran soal ilmu kepelatihan.
Arteta bekerja sebagai asisten Guardiola mulai dari 2016 hingga menjadi pengganti Unai Emery sebagai manajer Arsenal pada Desember lalu.
Awal bulan ini, Arteta kembali ke Etihad Stadium sebagai lawan dan pasukannya dihajar 3-0 oleh City, dalam laga perdana Liga Primer Inggris musim 2019/20 ini selepas terhenti karena pandemi virus corona.
Ia memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut sebelum musim ini berakhir dengan Arsenal dan City dipertemukan di semi-final Piala FA.
Arteta mengetahui besarnya tantangan yang dihadapi Arsenal, namun mengakui bahwa untuk meraih prestasi terbesar maka jalannya adalah dengan mengalahkan tim-tim besar.
"Kami telah rutin berbincang dalam beberapa pekan terakhir. Kembali menghadapi mereka di semi-final adalah hal yang sulit, namun lihat level tim-tim yang terlibat di kompetisi," kata pelatih asal Spanyol itu.
"Jika Anda ingin menjadi juara, maka Anda harus mengalahkan tim-tim terbaik dan dalam kasus ini kami harus mengalahkan City."
Arteta mungkin sudah tidak lagi bekerja di bawah arahan Guardiola, namun ia mengakui bahwa masih kerap berhubungan untuk meminta sarannya.
"Ya, ia adalah sosok yang sangat saya hormati dan kagumi, dan kami berbicara tentang banyak hal," tambahnya.
"Ketika saya butuh nasihat atau membutuhkan dukungannya, ia selalu ada di sana dan bersedia membantu saya. Bagi saya, sangat bagus untuk memiliki seseorang sepertinya."




