Arsene Wenger Anderlecht Arsenal Champions League 22102014Getty Images

Arsene Wenger Ingin Buat Sepakbola Lebih Spektakuler Dengan Tendangan Ke Dalam

Arsene Wenger saat ini menduduki posisi teknis di FIFA, sebagai Kepala Pengembangan Sepakbola Global. Dengan posisinya sekarang, kerap muncul ide-ide menohok dari mantan manajer Arsenal yang legendaris ini.

Beberapa lalu pernah dilaksanakan sebuah pertandingan yang dimainkan oleh tim junior, dan di sana terdapat perubahan regulasi sepakbola, termasuk mengganti lemparan ke dalam menjadi tendangan ke dalam.

Hal tersebut tidak lepas dari ide 'gila' seorang Arsene Wenger. Ia menilai, bahwa tendangan ke dalam akan membuat pertandingan makin menari, cepat, dan terasa spektakuler. Ia juga berdalih, generasi sekarang kurang sabaran, sehingga hal semacam ini bisa menjaga sepakbola tetap menarik.

"Dengan aturan seperti ini, tidak banyak hal yang bisa diubah, mungkin Anda bisa memberikan sedikit keuntungan kepada striker soal hukum offside? Kami sedang menjajalnya saat ini," ucap Wenger di London, sambil menjelaskan bahwa pandemi virus corona telah mengganjal segala rencananya.

“Kami dihentikan karena Covid-19, banyak kejuaraan tim junior dibatalkan.. Ada dua pemborosan waktu besar saat ini, yaitu lemparan ke dalam dan tendangan bebas, dan juga sedikit tendangan gawang karena ketika Anda bermain sekarang di dalam kotak," jelas dia.

“Targetnya adalah membuat permainan lebih spektakuler dan lebih cepat, dan mungkin dengan lemparan ke dalam Anda bisa bermain dengan kaki Anda, tetapi dalam batas lima detik misalnya, hal-hal seperti itu..

“Tapi itu harus diuji dan kemudian harus diterima oleh IFAB [badan regulasi sepakbola]. Jadi kami melihat banyak hal, tetapi tidak banyak lagi yang bisa Anda ubah," tutupnya.

Sebelumnya, Wenger juga punya sederet ide yang bisa mengubah tatanan sepakbola yang sudah berjalan selama ini. Contohnya, sosok asal Prancis ini mau Piala Dunia bisa digelar dua tahun sekali, bukan empat tahun sekali. Lalu, Wenger juga ingin memangkas jeda internasional, karena dinilai sudah tidak layak.

Iklan
0