Arsenal sekarang hanya mampu mencetak sembilan gol dalam sembilan pertandingan Liga Primer mereka, statistik terendah klub sejak 1986/87.
Pasukan Mikel Arteta sekali lagi gagal membobol gawang lawan, Minggu (22/11), saat mereka membukukan hasil imbang tanpa gol melawan Leeds United di Elland Road.
Itu merupakan pertandingan yang membutuhkan waktu lebih dari satu jam bagi The Gunners untuk menghasilkan satu tembakan tepat sasaran, sedangkan lawan mereka memiliki 25 percobaan tendangan dalam kurun waktu yang sama.
Paceklik gol yang dialami Arsenal tak lepas dari momen dikartu merahnya Nicolas Pepe di awal babak kedua karena menanduk lawan.
Bagi anak asuh Arteta, ini adalah keempat kalinya dalam lima pertandingan Liga Primer mereka menemui jalan buntu, dengan satu-satunya gol terakhir yang mereka cetak adalah penalti Pierre-Emerick Aubameyang saat mengalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford.
Musim 2020/21 ini sebenarnya dibuka Arsenal dengan cukup cerah, menang besar 3-0 atas Fulham lalu mencetak beberapa gol lagi dalam kemenangan atas West Ham United.
Sesaat sebelum duel lawan West Ham, ada optimisme tentang lini serang Arsenal, yang sebagian besar terpengaruh oleh kontrak baru yang diteken oleh Aubameyang, sekaligus menutup spekulasi mengenai masa depannya.
Sang penyerang internasion Gabon, bagaimana pun, hanya mencetak satu gol saja melalui titik putih sejak menandatangani perpanjangan kontrak.
Periode majalnya dianggap buah eksperimen Arteta yang kerap memainkannya di sisi kiri, hingga memicu kritikan dari legenda klub, Paul Merson untuk mencari formula lain bagi Aubameyang.
Meski eks penyerang Borussia Dortmund itu dimainkan sebagai striker tengah saat melawan Leeds, ia tetap kesulitan mencetak gol.


