Butuh waktu banyak bagi Arsenal untuk bisa mendapatkan pemain incaran mereka.
Memasuki burs transfer, The Gunners ingin memboyong seorang bek tengah dan telah berhasil mengontrak target utama mereka, dengan Ben White tiba dari Brighton & Hove Albion dalam kesepakatan £50 juta ($69 juta).
Pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi bek termahal dalam sejarah Arsenal, dan rekrutan termahal keempat klub sepanjang masa, hanya kalah dari Nicolas Pepe, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette yang lebih mahal.
Jadi mengapa Meriam London rela untuk merogoh kocek yang cukup dalam untuk mengontrak White? Dan apakah dia akan cocok di bawah asuhan Mikel Arteta?
Goal akan mencoba menelusuri.
Opsi yang paling mungkin
Sejak kemenangan melawan Chelsea musim lalu, Arteta lebih memilih menggunakan formasi 4-2-3-1.
Sepertinya Arsenal akan menggunakan strategi itu lagi ketika mereka memulai musim baru Liga Primer melawan Brentford, Sabtu (14/8) WIB.

Mengingat uang yang telah dihabiskan Meriam London untuk memboyong White ke Emirates Stadium, kemungkinan dia akan menjadi starter jika fit dan bugar. Jadi pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan bermain bersamanya?
White adalah bek tengah di sisi kanan, jadi sulit untuk melihatnya berduet dengan Rob Holding atau Calum Chambers, yang keduanya juga lebih suka bermain di sebelah kanan saat menjadi bek tengah.
Kemungkinan yang menjadi tandemnya di jantung pertahanan Arsenal adalah Gabriel Magalhaes atau Pablo Mari.
Kekuatan terbesar White adalah kualitasnya saat menguasai bola, tapi satu hal yang dia tidak terlalu kuat adalah duel udara.
Sementara Mari bisa menjadi dominan dalam hal memenangkan bola udara, Gabriel telah membuktikan betapa bagusnya dia dalam memotong umpan silang.
Pemain Brasil itu mungkin mendapatkan menit bermain yang sedikit selama paruh kedua musim debutnya di Inggris, tetapi akan menjadi kejutan besar jika dia dan White tidak menjadi pilihan pertama Arteta saat keduanya fit selama musim 2021/22.
Bagaimana dengan tiga bek?
Sementara Arteta tampaknya telah memilih untuk menggunakan empat bek, pelatih asal Spanyol tersebut juga menikmati kesuksesan dengan menggunakan tiga bek tengah.
Itu adalah formasi yang dia gunakan ketika Meriam London memenangkan Piala FA pada tahun 2020, dan dia mengubahnya dari waktu ke waktu selama musim 2020/21.

Kedatangan White ke London tentu bisa memungkinkan Arteta untuk menggunakan formasi itu lagi, dengan pemain internasional Inggris tersebut sudah familier dengan strategi tiga bek di bawah asuhan Graham Potter selama waktunya di Stadion Amex.
Apa yang bisa diberikan White untuk Arsenal?
Salah satu alasan Arsenal begitu tertarik untuk mendatangkan White adalah kemampuannya menguasai bola.
Keluarnya David Luiz musim panas ini membuat Arteta kehilangan bek tengahnya yang paling lengkap, dan White dipandang sebagai pengganti yang ideal bagi pemain asal Brasil itu.
Kemampuan umpannya sangat bagus karena - mungkin menjadi yang lebih penting - instingnya untuk mengoper bola ke depan.
Di Liga Primer musim lalu, sebanyak 40,7 persen umpannya mengarah ke depan. Catatan itu lebih banyak dari bek tengah Arsenal mana pun, sementara hanya Luiz (11,15) yang membuat lebih banyak operan per 90 menit daripada White (10,9) yang dia lakukan di sepertiga akhir.

Namun, satu kelebihan besar yang dimiliki White dan tidak dimiliki oleh Luiz adalah kemampuannya untuk menghindari kesalahan.
Eks pemain pinjaman Leeds United itu tidak melakukan satu pun kesalahan yang berujung gol musim lalu di liga. Faktanya, dalam dua musim terakhirnya - untuk Leeds dan Brighton - dia tidak melakukan satu kesalahan apa pun yang bahkan berujung pada tembakan ke gawan dalam 82 penampilannya.
Jadi bermain dalam tiga bek di Emirates sangat cocok untuknya, dengan Gabriel beroperasi di sentral dan Mari di sisi kiri.
Opsi serbaguna
Salah satu hal positif tentang White adalah kemampuannya untuk bermain di sejumlah posisi.
Dengan kualitasnya menguasai bola, dia bisa bermain sebagai bek kanan, seperti yang dia tunjukkan saat melawan Arsenal di musim lalu.
Masa depan Hector Bellerin yang masih belum jelas membuat siapa pemain yang akan berposisi sebagai bek kanan hingga kini masih belum bisa dipastikan.
Chambers mengisi peran itu menjelang akhir musim, Cedric Soares juga masih ada di klub, tetapi White akan memberi Arteta opsi lain.

Dia tentu tidak memiliki masalah dengan dribling-nya karena White mampu mendribel (24) lebih banyak daripada bek tengah lain di Liga Primer musim lalu.
Opta juga menunjukkan bahwa dia berada di daftar teratas dalam upaya melewati lawan (18) - tujuh lebih banyak dari bek tengah lainnya dan 12 lebih banyak dari Holding, yang memimpin catatan tersebut di seluruh bek Arsenal.
White bahkan bisa bermain sebagai gelandang bertahan jika diperlukan, seperti yang dia lakukan untuk Brighton musim lalu ketika kalah 2-1 dari Tottenham Hotspur.
Dia membaca permainan dengan sangat baik. Musim lalu di Liga Primer, dia rata-rata melakukan 1,75 intersep per 90 menit - jauh lebih banyak dari Gabriel (1,17), Luiz (1,03), Mari (0,90) dan Holding (0,84)
Penampilannya saat dipinjamkan ke Leeds pada 2019/20, ketika dia bermain setiap menit dan membawa The Whites menjuarai Championship, menunjukkan seberapa baik dia bisa bermain ketika diminta untuk tampil dalam pertandingan berintensitas tinggi, seperti itulah Arteta ingin Arsenal-nya bertanding.
Marcelo Bielsa sangat ingin mengontrak White secara permanen musim panas lalu, menyusul penampilan gemilangnya di Elland Road. Leeds telah mengajukan tawaran mencapai £25 juta ($35 juta), tapi semuanya ditolek oleh Brighton.
Adaptasi White yang cepat, kualitasnya saat memegang bola, pembacaan permainan dan kemampuannya untuk bergerak maju saat membawa bola akan memberi Arteta banyak pilihan musim ini, dan semuanya merupakan faktor besar dalam keputusan Arsenal untuk membuat pemain berusia 23 tahun tersebut angkat kaki dari Stadion Falmer.
Perdebatan mengenai dana memang tidak dapat terhindarkan, tetapi yang tidak perlu dipertanyakan adalah kualitas White. Tidak ada keraguan bahwa kedatangannya akan membuat Meriam London menjadi tim yang lebih kuat selama musim 2021/22.


