Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku selalu merasakan tekanan setiap timnya berada dalam fase turnamen yang sewaktu-waktu dapat tersingkir.
Terdekat, Arsenal akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Benfica pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa di Stadion Georgios Karaiskaki, Piraeus, Yunani, Jumat (26/2) dini hari WIB.
Laga kembali dihelat di tempat netral karena pembatasan perjalanan imbas pandemi virus corona. Pada pertemuan pertama, The Gunners bermain imbang 1-1 dengan sang lawan di Olimpico, Roma, Italia.
Musim ini, Arsenal tampil jelek. Pierre-Emerick Aubameyang dkk gugur dari Piala FA dan Piala Liga Inggris. Di klasemen sementara Liga Primer, mereka tercecer di urutan kesebelas.
“Saya selalu merasa bahwa tekanan ada [pada saya], setiap kali Anda bermain dalam sebuah turnamen dan Anda bisa tersingkir,” ucap Arteta dalam sesi jumpa pers pralaga.
“Anda tahu konsekuensinya. Apalagi dengan target klub ini yang selalu memenangkan setiap turnamen yang diikuti, jadi itu tidak banyak berubah.”
"Ini musim yang luar biasa dan ini [pertandingan] yang sangat penting, untuk mental dan kepercayaan diri.”
"Ini akan menentukan apakah kami berada di kompetisi lain atau tidak dalam beberapa pekan lagi. Ini benar-benar yang kami butuhkan. Mereka lawan yang sangat tangguh.”
“Mereka adalah tim [yang terlempar dari] Liga Champions yang telah punya jam terbang di turnamen Eropa dengan manajer berpengalaman tinggi. Bagi kami, ini laga final,” pungkasnya.
Dengan selisih 11 poin dari tim urutan keempat, West Ham United, dan hanya tersisa 13 pertandingan di EPL, Arsenal nyaris mustahil mampu lolos ke Liga Champions musim depan via jalur domestik. Maka dari itu, Liga Europa menjadi makin penting bagi The Gunners.




