Striker Arsenal, Alexandre Lacazette (29 tahun), mengungkapkan bahwa kebangkitan mendadaknya berkat perubahan taktik manajer Mikel Arteta.
Arteta sempat berada di ujung tanduk pasca-Arsenal gagal menang dalam tujuh laga beruntun di Liga Primer Inggris. Tapi, dua kemenangan berentet atas Chelsea dan Brighton menjaga nasib sang pelatih di Stadion Emirates.
Sementara Lacazette menjadi top skor sementara Arsenal musim ini di EPL dengan torehan lima gol. Dua di antara dicetak pemain asal Prancis itu dalam dua kemenangan terakhir Arsenal tersebut.
“Pelatih menempatkan saya sebagai pemain nomor sembilan, tetapi dengan peran yang harus lebih banyak terlibat dalam tim dan merebut bola,” ucap Lacazette kepada media Prancis, RMC, Jumat (1/1/2021).
“Ini bukan tentang posisi nomor sepuluh atau nomor sembilan kuno yang harus terus melulu di depan dan mencetak gol.”
“Dia tahu kualitas saya dan tahu bahwa saya suka bermain bola pendek, serta membantu rekan satu tim saya mengembangkan permainan.”
“Sekarang kami tampil dengan empat pemain belakang dan tiga gelandang di lini serang. Ini jauh lebih mudah, karena sebelumnya kami kekurangan pemain menyerang. Perubahan taktik ini bagus untuk kami,” tambahnya.
Dalam kemenangan 1-0 Arsenal atas Brighton, Lacazette mencetak gol kemenangan hanya setelah 21 detik berada di lapangan.
Pada laga tersebut, Laca—sapaan karibnya—memulai laga dari bangku cadangan dan baru diturunkan Arteta pada menit ke-66 untuk menggantikan Gabriel Martinelli.
"Itu tidak pernah terjadi pada saya sebelumnya. Setelah pertandingan, saya diberitahu bahwa saya telah mencetak gol hanya setelah 21 detik di lapangan,” tutur Laca.
"Saya sedikit terkejut, tapi memang benar semuanya berjalan dengan cepat. Sejak itu, kami mendapatkan kembali kepercayaan diri kami,” pungkasnya.
Meski begitu, Arsenal masih tercecer di urutan ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Terdekat, The Gunners bakal menghadapi West Bromwich pada pekan ke-17 EPL di The Hawthorns, Minggu (3/1) dini hari WIB.


