OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi menyebut tim-tim Serie A tak akan berkembang di kompetisi Eropa apabila tidak segera memikirkan filosofi bermain cantik.
Musim ini, di Liga Champions, hanya ada dua dari tiga wakil Italia yang masih bertahan hingga perempat-final, yakni Juventus dan AS Roma. Adanya dua tim Serie A sekaligus di babak ini merupakan pencapaian pertama dalam 11 tahun terakhir.
Sementara di Liga Europa, menyisakan Lazio dan AC Milan, tapi kedua tim tersebut harus berjuang keras agar bisa menjaga ambisi untuk melenggang lebih jauh dari babak 16 besar.
"Sampai kami menemukan gaya main yang cocok, maka akan sulit bagi kami [sepakbola Italia] untuk bisa berkembang," demikian klaim Sacchi kepada Premium Sport.
Getty"Kami bisa saja memenangkan pertandingan dengan perjuangan berat dan taktik pada malam tertentu, tapi gaya bermain khusus yang bisa memberikan Anda lompatan dalam hal kualitas."
"Sayangnya, fans tidak menginginkan adanya gaya permainan yang khas, juga dengan seluruh media di Italia, mereka semua hanya tertarik mengomentari hasil akhir permainan."
Untuk hal ini, Sarri, yang pernah mengantarkan Milan meraih Scudetto Serie A musim 1987/88, menyarankan agar tim-tim Italia meniru sepakbola Spanyol yang memiliki kekayaan dalam corak permainan.
"Saya mengambil contoh Spanyol, negara yang berkembang pesat sejauh ini dan mereka memandang sepakbola sebagai pertunjukkan," lanjut pria berusia 71 tahun tersebut.
"Di sana, teknik menjadi sesuatu yang sangat mendasar dan mereka sadar betul akan hal tersebut, mereka membuat lompatan besar dalam urusan kualitas masing-masing tim."
"Di Spanyol, sebuah kemenangan yang tidak didapat dengan cara bermain cantik tidak akan dianggap sebagai sebuah kemenangan."
