Preskon Arif Wicaksono dan Sini SetiabudiGoal / Abi Yazid

Arif Putra Wicaksono & Doni Setiabudi Yakin Tidak Terganjal Syarat

Bakal calon ketua umum PSSI Arif Putra Wicaksono, yakin tidak terganjal dengan syarat untuk maju ke kongres pemilihan PSSI periode 2019-2023. Menurutnya, segala syarat sudah dipenuhinya.

Arif menggandeng Doni Setiabudi sebagai bakal wakil calon ketua umum PSSI. Mereka sudah menyerahkan dokumen ke kantor PSSI untuk kongres pemilihan yang dijadwalkan digelar 2 November 2019.

Komite pemilihan (KP), beberapa waktu lalu menetapkan sejumlah syarat untuk para bakal calon ketua umum PSSI. Satu di antaranya sosok yang mau maju wajib memiliki pengalaman lima tahun berturut-turut atau tidak, dengan penegasan mengelola sepakbola di anggota PSSI.

Hal ini yang dikhawatirkan mengganjal Arif untuk mencalon diri. Mengingat, selama ini ia belum pernah berkecimpung di PSSI sesuai dengan persyaratan tersebut.

"Saya bersama kang Jalu [sapaan Doni], kita baca dari statuta yang pertama, pasti PSSI atau semuanya berpegang pada statuta, dari statuta tersebut ditulis orang harus mempunyai pengalaman minimal lima tahun dalam koridor PSSI. Saya lihat kang jalu juga bergerak dibidang sepakbola amatir yang sebenarnya di bawah naungan PSSI juga," kata Arif.

"Terus saya juga bergerak banyak dengan anggota-anggota klub PSSI. Saya bekerja sama dengan Mitra Kukar, Arema, Persija [Jakarta], Persib [Bandung], Persebaya [Surabaya], Bali United, dan seterusnya. Jadi banyak klub atau anggota PSSI yang kita kelola. Selain itu juga timnas kita kelola. Jadi saya lihat sebenarnya tidak ada rintangan di situ," tambahnya.

Doni juga menyampaikan pernyataan yang sama. Ia menyebutkan pengalamannya dengan Arif telah sesuai dengan syarat yang ditetapkan KP untuk mencalon diri dalam kongres pemilihan.

"Mungkin saya sedikit tambahkan, bahwa di statuta PSSI itu pasal 38 ayat 4 memang mengatakan komite eksekutif [Exco] itu minimal usia 30 tahun, kemudian harus aktif lima tahun berturut-turut atau tidak di koridor PSSI. Kemudian di pasal 80, statuta PSSI mengatakan bahwa kompetisi PSSI itu wajib menggelar lima kriteria, ada kompetisi profesional, kompetisi amatir, kompetisi usia dini, kemudian futsal dan wanita," ujar Doni.

"Artinya bahwa selama ini ya kita memang diakui oleh PSSI di dunia amatir. Memang salah satu program saya pribadi kalau tadi memang mas Arif konsen ke istilahnya hubungan internasional, saya lebih konsen ke internal, bagaimana mengelola liga dengan baik dan benar, transparansi keuangan, kemudian bagaimana cara mengelola suporter supaya tidak jadi kerusuhan, kemudian ada independesi wasit, kemudian akan adanya kasta keempat di Indonesia yaitu kasta liga amatir, kemudian ada pengembangan usia dini itu memang saya dengan mas Arif sudah bagi tugas," tambahnya.

Iklan
0