Parade juara Piala Dunia Argentina dihentikan saat melintasi ibu kota Buenos Aires karena masalah keamanan setelah seorang suporter melompat ke dalam bus.
Lionel Messi dan kawan-kawan kemudian dievakuasi dari bus atap terbuka tersebut. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyatakan bahwa arak-arakan disetop karena masalah keamanan.
"Para pemain timnas Argentina mengakhiri perayaan dengan diterbangkan menggunakan helikopter di atas kerumunan pendukung yang berkumpul di ibu kota," begitu bunyi pernyataan AFA.
“Mereka (aparat keamanan) membuat keputusan itu setelah memverifikasi bahwa tim tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan bus di tengah kerumunan,” begitu selanjutnya.
Sementara itu, presiden AFA, Claudio Tapia, menyesali cara tur diakhiri setelah mereka tidak dapat menyapa semua penggemar seperti skenario awal.
“Mereka tidak mengizinkan kami untuk menyapa semua orang yang berada di Obelisk (monumen pusat kota), badan keamanan yang sama yang mengawal kami tidak mengizinkan kami untuk bergerak maju.”
“Seribu permintaan maaf atas nama semua pemain juara. Memalukan,” tambahnya.
Setelah tiba dari Qatar pada Selasa (20/12) dini hari waktu setempat, para pemain beristirahat sejenak sebelum meninggalkan kamp latihan AFA untuk memulai perjalanan sejauh 32 kilometer ke pusat kota Buenos Aires pada pukul 11:45 waktu setempat.
Tur trofi Argentina seharusnya berakhir di monumen Obelisk, Buenos Aires sebelum pesta untuk para fans diadakan hari itu juga.
Meski parade perayaan tersebut dirusak oleh oknum suporter, pawai juara Argentina untuk gelar ketiga Piala Dunia mereka ini benar-benar menjadi pemandangan yang menakjubkan.
