Pidato Lionel Messi dari terowongan pemain menjelang final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina ternyata menjadi pemicu munculnya rumor yang tak kunjung mereda. Di dunia maya, beredar teori konspirasi yang menyatakan bahwa Argentina seharusnya sengaja kalah di final tersebut.
Dalam final Piala Dunia Minggu lalu, setelah 120 menit pertandingan, akhirnya Spanyol yang keluar sebagai pemenang di MetLife Stadium. Ferran Torres mencetak satu-satunya gol pada malam itu.
Pada hari Selasa, tiba-tiba beredar rekaman yang memperlihatkan skuad Argentina di terowongan pemain. Lisandro Martínez dan Enzo Fernández tampak jelas terpukul oleh sesuatu yang terjadi di ruang ganti. Pidato Messi pun menimbulkan pertanyaan.
“Ayo, teman-teman, tenanglah, semuanya, tenanglah. Yang terpenting: mari kita tetap tenang, teman-teman, mari kita tetap tenang. Tenanglah. Mari kita fokus saja pada permainan, oke? Tenanglah, mari kita lupakan semuanya. Mari kita lupakan semuanya. Mari kita main saja. Mari kita fokus saja pada permainan, semuanya, pada pertandingan,” kata Messi di terowongan pemain.
Kini, saat Argentina secara massal melihat adanya konspirasi di balik pidato Messi dan ekspresi para pemain, staf tim nasional telah angkat bicara mengenai teori-teori tersebut.
Pelatih kepala Lionel Scaloni sendiri meremehkan situasi tersebut dan bahkan bereaksi dengan marah ketika ditanya, saat meninggalkan kompleks latihan di Ezeiza, apakah ada ‘konflik internal’ di dalam tim nasional: “Saya tidak percaya dengan pertanyaan Anda. Tentu saja tidak,” katanya.
Rabu lalu, seorang asisten pelatih Argentina, Roberto Fabián Ayala, menanggapi teori-teori konspirasi seputar final Piala Dunia: “Ini adalah hal-hal yang kami dengar dan membuat kami berkata: ‘Itu tidak mungkin benar.’ Karena tidak ada satupun dari hal-hal itu yang terjadi, justru sebaliknya,” pungkasnya.
