Arema FC tidak masalah bermain di luar Malang, saat Piala Menpora 2021 dilangsungkan. Singo Edan, menegaskan kesiapannya untuk tampil di kota mana pun.
Selain Malang,PT Liga Indonesia Baru (LIB) memilih tiga kota lainnya untuk menggelar babak penyisihan Piala Menpora. Mereka adalah Bandung, Solo, dan Sleman.
“Ada kesepakatan klub peserta kalau klub tuan rumah daerah yang ditunjuk tidak bermain di grup tersebut. Makanya, Arema dipastikan tidak akan bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Bisa di Bandung, Sleman, atau Solo,” kata general manager Arema FC Ruddy Widodo, dikutip dari Wearemania.
Ruddy, menjelaskan pembagian grup Piala Menpora, tidak melalui undian. PSSI dan PT LIB, yang menentukan langsung setiap klub berhak berada di grup mana.
Dalam pembagian grup tersebut PSSI dan PT LIB, akan menggandeng kepolisian. Dilibatkannya pihak berwajib untuk mengatisipasi ada hal yang tidak diinginkan saat Piala Menpora berlangsung.
“Saya pikir semua harus berkompromi soal ini. Kami tidak masalah main di mana pun, asal turnamen pramusim ini berjalan lancar dan sukses,” ujar pria asal Madiun, Jawa TImur tersebut.
Abi Yazid / GoalPiala Menpora rencananya berlangsung pada 20 Maret 2021. Adapun kontestannya adalah seluruh kesebelasan Liga 1 yang bakal dibagi ke dalam empat grup.
Sebelumnya, ada kesebelasan Liga 2 yang diajak berpartisipasi yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Namun, setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar rapat virtual, Jumat (19/2) malam WIB, kedua klub tersebut tidak jadi ambil bagian.
PSSI dan PT LIB, menjadikan Piala Menpora, sebagai gambaran kepada kepolisian untuk kompetisi musim 2021. Protokol kesehatan ketat diterapkan selama ajang tersebut berlangsung.
“Turnamen pramusim ini tujuannya kan uji coba protokol kesehatan (prokes), dan komitmen suporter agar tidak datang ke stadion. Kalau dua aspek itu itu bagus, maka izin kompetisi akan dikeluarkan. Katanya akan diumumkan di laga final nanti,” ucapnya.
Saat ini Arema FC sedang mencari pelatih baru. Manajemen, memutuskan tidak memperpanjang masa bakti Carlos Oliveira, yang selesai pada 19 Februari 2021.


