Arema Persebaya KanjuruhanGetty Images

Arema FC Pasrah Dengan Hukuman Berat Komdis PSSI

Arema FC lapangan dada menerima hukuman yang dikeluarkan komite disipilin (Komdis) PSSI. Pihak Singo Edan memilih fokus untuk menangani tragedi Kanjuruhan.

Komdis PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Arema FC. Tindakan tersebut karena klub asal Malang ini dinilai bersalah dalam kejadian tragedi Kanjuruhan.

Keputusan Komdis PSSI adalah Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah. Selain itu pasukan Javier Roca juga tak boleh main di Malang, setidaknya 240 kilometer dari Kota Malang.

Bukan itu saja, Arema FC mendapat didenda sebesar Rp250 juta. Ketua panitian pelaksana Abdul Haris juga tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup.

"Klub pasrah dengan hukuman apa pun. Kita tidak memikirkan hal tersebut," kata manajer Arema FC, Ali Rifki.

"Biarkan PSSI melaksanakan tugasnya. Kami fokus kepada penanganan korban. Mau dihukum seberat apa pun, kami tak masalah karena korban ratusan," Ali menambahkan.

125 orang dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Ratusan lainnya kini sedang mendapt perawatan di sejumlah rumah sakit.

"Nyawa suporter dan kemanusiaan harus dikedepankan. Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para korban dan keluarga mereka," ujarnya.

Pemerintah sudah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengivestigasi tragedi Kanjuruhan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dipercaya sebagai ketua.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengumumkan penghentikan Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu. TGIPF sedang bergerak untuk mencari titik terang insiden tersebut.

Iklan
0