LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Kegagalan mendulang angka penuh di dua laga awal diakui pelatih Arema FC Joko Susilo memberkan pengaruh terhadap mental pemain, dan mereka harus segera mencari obat penawarnya.
Joko mengatakan, satu-satunya obat yang bisa menaikkan mental pemain adalah kemenangan. Menurut Joko, pemain sudah mengajak seluruh elemen untuk berbicara dari hati ke hati.
“Obat untuk mental down adalah kemenangan. Kemarin setelah pertandingan, pemain ingin bicara dengan kami, tentang semuanya. Jadi kami memperbaiki itu di waktu yang mungkin singkat. Semoga semua itu segera ada solusi,” ucap Gethuk, sapaan Joko.
“Saya tidak bisa menyampaikan kepada teman-teman tentang penyakit kami. Tapi saya harus bisa menyembuhkan ini, karena obatnya hanya kemenangan. Kami bicara A, B, C, D, percuma, karena yang kami butuhkan saat ini adalah kemenangan.”
Kemenangan, lanjut Joko, bukannya tidak bisa diraih anak buahnya. Sebab, dari dua laga melawan Mitra Kukar dan Persija Jakarta, permainan Arema mengalami peningkatan yang signifikan.
“Ketika melawan Persija, kami memiliki kemampuan, dan saya pikir lebih baik dibandingkan laga pertama. Jadi saya pikir kami mampu untuk memenangkan satu pertandingan saja dan, kemudian menjalani laga lain dengan enjoy untuk dapat menang lagi,” urainya.
“Di sisi lain, untuk me-manage mental, mungkin ke depan akan ada salah satu aturan yang akan kami tetapkan, dan harus dipenuhi pemain, karena ini memang bertujuan untuk perbaikan.”
Sementara itu, Arema kemarin menjalani latihan lagi setelah away dari Jakarta. Dua pemain tidak bisa mengikuti latihan dengan baik, karena mengalami cedera yaitu Bagas Adi Nugroho dan Kurniawan Kartika Aji.
“Bagas dan Aji hanya mengalami memar ringan di engkel, keduanya akan pulih ketika nanti melawan Borneo FC,” tegas dokter tim, Alvin. (gk-48)
