Pelatih Arema FC Eduardo Almeida, membuka peluang untuk menggelar latihan mandiri kediaman masing-masing. Hal tersebut karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.
Pemerintah pusat menerapkan PPKM sejak 3 sampai 20 Juli 2021. Keputusan tersebut diambil untuk menekan penyebaran virus corona yang kembali meroket di Tanah Air.
Terdapat sejumlah konsekuensi dari penerapan PPKM. Satu di antaranya adalah peniadaan semua kegiatan olahraga, termasuk penutupan sarana-sarana olahraga.
"Kami akan bicara dulu dengan manajemen. Soal latihan itu, kami akan mencari solusi terbaik, khususnya untuk latihan pekan depan," kata Almeida.
Andai masih diperbolehkan melaksanakan latihan bersama di lapangan, Almeida bakal menggelarnya. Sekarang ia menunggu informasi dari manajemen Singo Edan.
Arema FC“Kalau memungkinkan, tentu ingin latihan di lapangan. Namun saya belum bisa banyak berkomentar. Karena yang pertama, harus hormati keputusan pemerintah,” ucapnya.
Kendati demikian, Almeida menyatakan bakal menyusun program untuk anak asuhnya berlatih mandiri di rumah. Ia yakin para pemain Arema FC tetap bertanggung jawab untuk menjaga kondisinya.
"Bisa saja saya meminta mereka menggunakan peralatan apa pun di rumah yang bisa digunakan untuk latihan. Tapi ini juga jadi tanggung jawab pemain Karena tidak ada kontrol langsung," ujarnya.
"Seperti latihan berlari, tentu tidak bisa diawasi. Tapi saya percaya mereka akan melakukan tugasnya,” eks juru racik formasi Semen Padang tersebut menambahkan.
Melaksanakan latihan mandiri bukan sesuatu yang baru untuk Dendi Santoso dan kawan-kawan. Sebelumnya, para pemain Arema FC telah melakukannya ketika virus corona baru masuk ke Indonesia pada tahun lalu.


