Galatasaray mengonfirmasi perekrutan Arda Turan, yang kembali ke klub masa mudanya setelah sembilan tahun sejak hengkang ke Atletico Madrid.
Turan, 33, berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Barcelona berakhir bulan lalu. Sang gelandang melewatkan satu setengah musim terakhir sebagai pemain pinjaman di Istanbul Basaksehir.
Sang penggawa internasional Turki merupakan lulusan akademi Galatasaray yang melakoni debut senior pada 2005. Turan kemudian menjadi bintang bagi klub dan negaranya sebelum pindah ke Atletico pada 2011.
Berbicara kepada laman resmi Galatasaray, Turan mengaku sangat emosional bisa pulang ke klub masa mudanya dan berterima kasih kepada presiden klub yang mewujudkan transfer ini.
"Emosinya sangat dalam," kata Turan. "Sekarang bukan waktunya berkomentar dan berbicara terlalu banyak. Sudah waktunya saya turun ke lapangan dan berjuang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada [presiden] Mustafa Cengiz dan para anggota direksinya."
"Saya berharap semuanya akan baik-baik saja: hari-hari yang paling indah, hari-hari penuh kesuksesan lagi di Turki dan Eropa. Saya sangat merindukan para penggemar. Saya menunggu hari saat saya bertemu dengan mereka. Saya berharap dapat berjumpa dengan kalian para fans sesegera mungkin."
Turan menghabiskan empat musim bersama Atletico, di mana ia memenangkan La Liga, Copa del Rey dan Liga Europa, sebelum pindah ke Barcelona pada 2015.
Bersama Blaugrana, Turan melanjutkan kesuksesannya dengan kembali menjuarai La Liga, serta dua Copa del Rey.
Musim gugur lalu, Turan terlibat masalah hukum karena berkelahi dan membuatnya dituntut hukuman dua tahun dan delapan bulan penjara atas aksinya yang menembakkan senjata di sebuah rumah sakit.
Beruntung Turan tidak harus menjalani sanksi penjara tersebut, meski tetap harus membayar denda sebesar £350.648.
Mengenai insiden itu, Cengiz mengatakan tetap nyaman dengan keputusannya merekrut kembali Turan dan meyakini tidak akan ada masalah.
"Kami tidak punya masalah pribadi dengan Arda. Setiap orang bisa melakukan kesalahan," ujar Cengiz.




