OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) langsung bergerak setelah mendapatkan kepastian terkait regulasi pembatasan usia pemain di Liga 1 dan Liga 2 2017. Seperti diketahui, untuk Liga 1 PSSI memang telah memutuskan setiap klub hanya bisa mengontrak dua pemain yang berusia 35 tahun ke atas.
Di samping itu, masing-masing klub juga wajib mengontrak lima pemain U-23, yang tiga di antaranya wajib dimainkan selama 45 menit. Sementara di Liga 2 juga dikabarkan ada regulasi mengenai setiap klub dibatasi untuk mengontrak pemain berusia 25 tahun ke atas.
PSSI sendiri menjelaskan, menerapkan regulasi itu untuk mempercepat regenerasi di timnas Indonesia. Tentunya kebijakan itu menimbulkan pro dan kontra. Ada yang beranggapan, hal itu kurang tepat jika diterapkan pada kompetisi profesional.
SIMAK JUGA: Pemain Veteran Diimbau Ikut Kursus Pelatih
Hal inilah yang membuat APPI merasa perlu mendapatkan penjelasan detail dari PSSI. "Kami telah mengirimkan surat mengenai pendapat dan masukan kami kepada PSSI dalam upaya kami untuk melindungi hak dan kepentingan pesepakbola di Indonesia," tulis APPI, dalam rilis resminya, Jumat (24/3).
SIMAK JUGA: Reaksi Bepe Soal Regulasi Pembatasan Pemain Veteran
"Selanjutnya dalam waktu dekat ini, kami dan beberapa perwakilan pesepakbola senior (+35) juga akan melakukan pertemuan dengan PSSI guna membahas regulasi pembatasan usia yang beberapa waktu lalu telah disampaikan oleh PSSI," tambahnya.
"Kami akan terus dan selalu berupaya mencari solusi yang terbaik untuk Pesepakbola Indonesia terkait dengan regulasi pembatasan usia ini. Oleh karenanya kami mohon kepada para pesepakbola Indonesia untuk bersabar dan menunggu hasil terbaik dari pertemuan kami dengan PSSI yang akan terselenggara dalam waktu dekat ini," tuturnya.
Liga 1 sendiri direncanakan mulai kick-off pada 15 April nanti. Sedangkan Liga 2 masih belum ada kepastian, lantaran klub-klub juga belum ada yang diberitahukan untuk melakukan pertemuan dengan PSSI maupun operator dalam waktu dekat. PSSI pun telah menunjuk PT Liga Indonesia Baru sebagai operator anyar kompetisi profesional.

