Apakah Jordi Amat Bisa Perkuat Timnas Indonesia?

Goal Indonesia/Getty

Nama Jordi Amat muncul sebagai pemain Eropa terbaru yang ingin membela timnas Indonesia. Masih berusia 29 tahun dan berposisi sebagai bek sentrak, Jordi punya pengalaman menjajal La Liga Spanyol, hingga Liga Primer Inggris.

Ia pernah membela Espanyol hingga Swansea, juga merasakan bagaimana berkostum tim junior dari tim nasional Spanyol. Pemain yang kini membela KAS Eupen (Belgia) ini ingin membela timnas Indonesia, karena hubungan darah dari sang nenek.

Kepada Goal, Jordi mengaku bahwa neneknya adalah keturunan kerajaan di Sulawesi Selatan, dan neneknya punya andil besar mendorong karier Jordi sebagai pesepakbola. Makanya, bukan tidak mungkin ia ingin berkostum Merah-Putih nantinya.

Bagaimana pun, tidak akan mudah untuk stoper kelahiran 21 Maret 1992 ini untuk bisa membela timnas Indonesia. Untuk bisa bermain demi lambang Garuda di dada, Jordi tentunya harus lebih dulu sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Proses menjadi WNI pun tidak sederhana, karena ada aturan administrasi dari negara yang wajib untuk dipenuhi demi bisa menjadi WNI. Contoh paling standar, adalah menetap minimal lima tahun di Indonesia, atau bahkan sepuluh tahun.

Jordi Amat - Eupen

Bantuan Pemerintah

Poin yang tercantum dalam undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 9 itu jelas akan sulit dipenuhi oleh Jordi, karena yang bersangkutan sendiri belum pernah mengunjungi Tanah Air, apalagi tinggal. Maka, harus ada cara lain yang naturalisasinya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mungkin bisa menyederhanakan proses naturalisasi Jordi Amat. Namun, Menpora sendiri sudah menegaskan tidak masu asal membantu proses naturalisasi, karena komitmen atlet naturalisasi terkadang lemah.

“Untuk naturalisasi akan saya perketat untuk semua cabang olahraga. Kita akan lihat seberapa besar urgensinya. Sebaiknya memanfaatkan potensi yang ada,” ungkap Menpora Zainudin Amali, pada Juli lalu.

“Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan,” sambungnya.

Aturan FIFA & Granny Rule

Selain aturan negara, harus ada administrasi FIFA juga yang harus dikejar oleh PSSI jika memang benar-benar ingin Jordi Amat bermain untuk timnas Indonesia. Jangan sampai kasus Ezra Walian terulang, ketika pemain sudah menjadi WNI, tapi FIFA sendiri belum mengakui.

Dari FIFA sendiri ada 'The Granny Rule', yang bisa membuat perpindahan timnas yang dibela menjadi lebih sederhana. Jordi Amat bisa memanfaatkan garis keturunan dari neneknya, yang memang lahir di Indonesia. Granny Rule kerap dimanfaatkan oleh beberapa negara, untuk menaturalisasi pemain.

Maroko, Turki, hingga Republik Irlandia, adalah beberapa negara yang memaksimalkan Granny Rule. Banyak pemain dari skuad mereka yang tidak lahir di negara timnasnya, tapi punya garis keturunan negara yang diwakili.

Tahun ini, Malaysia juga memastikan sosok Dion Cools sebagai warga negara mereka. Dion merupakan pemain Malaysia-Belgia, dan proses naturalisasi dilakukan dengan cepat karena FAM sebagai federasi sepakbola Malaysia bergerak untuk bersurat dengan FIFA, federasi sepakbola Belgia, hingga klub yang dibela Dion ketika di Belgia (Club Brugge).

Kelonggaran dari FIFA tentang pemain yang boleh beralih timnas asalkan belum tampil di pertandingan internasional level A sebanyak tiga kali pun menjadi keuntungan Jordi Amat. Mengingat, Jordi hanya tampil untuk Spanyol di level U-21.

Mirip-mirip dengan pemain lain yang juga ingin membela timnas Indonesia, seperti Kevin Diks, yang pernah membela timnas Belanda junior. Namun bagaimana pun, semua bergantung kepada kebutuhan pelatih timnas Indonesia, dan tentunya niat PSSI untuk mewujudkan Jordi Amat sebagai pemain timnas Indonesia.

Jelas harus ada kebutuhan yang jelas, dan komunikasi yang benar ke segala pihak, jika memang benar-benar membutuhkan sosok Jordi Amat. Secara teknis, Shin Tae-yong yang lebih tahu apa yang dibutuhkan timnas Indonesia saat ini, dan Jordi, Kevin Diks, atau bahkan Sandy Walsh adalah pilihan yang tersedia, jika memang benar-benar dibutuhkan.

Jordi Amat - Swansea, Eupen