Polemik seputar masa depan Abdallah El-Said bersama Zamalek kian memanas, setelah sang pemain meminta pengakhiran kontraknya dengan klub secara damai, di saat salah satu mantan kapten tim melancarkan serangan tajam kepadanya, dengan menganggap bahwa ia tidak pernah merasa pemain itu seorang Zamalkawi atau layak untuk melanjutkan kariernya di dalam klub.
Mantan kapten Zamalek, Hisham Yakan, mengatakan melalui akun Facebook-nya: "Seumur hidup saya tidak pernah merasa Abdallah El-Said seorang Zamalkawi, saya selalu melihat bahwa ia hanya berusaha mengambil keuntungan dari suporter Zamalek, pemain yang tidak layak berada di klub, dan namanya tidak pantas dikaitkan dengan Zamalek mulai hari ini dan sejak setahun lalu."
Ia menambahkan: "Zamalek besar hanya karena suporternya," dalam sebuah kritik yang jelas terhadap sang pemain, bertepatan dengan krisis yang terjadi antara El-Said dan manajemen klub terkait masa depannya.
Abdallah El-Said meminta pemutusan kontraknya dengan Zamalek secara damai, disertai penjadwalan hak-haknya yang tertunggak, dengan alasan yang disebut oleh agennya sebagai perlakuan buruk dan tidak dihargainya sang pemain atas apa yang telah ia berikan untuk klub. Agennya membantah adanya negosiasi dengan klub lain mana pun, seraya menegaskan bahwa El-Said sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri karier sepak bolanya secara total lewat pintu Zamalek.


