Babak pertama final Piala Dunia 2026 mengecewakan harapan para penonton yang menantikan aksi seru, setelah berakhir dengan skor imbang tanpa gol antara tim nasional Spanyol dan Argentina, dalam pertandingan yang digelar Minggu malam ini di Stadion New York/New Jersey, di tengah angka-angka historis yang mencerminkan minimnya peluang serangan.
Jaringan global “Opta” yang berspesialisasi dalam statistik mengungkapkan bahwa pertandingan tersebut hanya mencatat tiga tembakan sepanjang babak pertama, yang merupakan jumlah tembakan terendah dalam sejarah final Piala Dunia sejak pencatatan data ini dimulai pada tahun 1966.
Jaringan tersebut menambahkan bahwa timnas Argentina menyelesaikan babak pertama tanpa melepaskan satu pun tembakan ke gawang maupun di luar gawang, sebuah rekor pertama bagi “La Tango” di babak pertama pertandingan Piala Dunia mana pun sejak tahun 1966.
Timnas Spanyol berhasil melaju ke final setelah mengalahkan timnas Prancis dengan skor 2-0 di babak semifinal, melanjutkan penampilan gemilangnya di turnamen ini.
Di sisi lain, timnas Argentina memastikan tempatnya di final setelah melakukan comeback yang menegangkan melawan timnas Inggris, di mana mereka membalikkan keadaan dari tertinggal menjadi kemenangan dengan skor 2-1, sehingga akan berhadapan dengan Spanyol di laga penutup Piala Dunia.
