Bek Chelsea Antonio Rudiger menyatakan dirinya mendapat tawaran dari Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur saat kejatuhan, namun ia kini berjuang untuk mendapat kontrak baru di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Pendahulu Tuchel, Frank Lampard, menempatkan Rudiger di urutan kelima sebagai centre-back di tim sehingga situasi itu mendorong Tottenham besutan Jose Mourinho dan mantan klub Tuchel, PSG, untuk mengajukan tawaran.
Tawaran juga datang dari Barcelona, AC Milan, dan AS Roma, namun The Blues tetap mempertahankan pemain asal Jerman berusia 28 tahun itu.
Rudiger kemudian naik ke urutan ketiga sebagai centre-back di tim dan akhirnya menjadi starter yang reguler setelah Lampard dipecat pada Januari lalu dan posisinya digantikan Tuchel.
Rudiger mengakui dirinya memiliki peluang untuk meninggalkan Stamford Bridge, namun ia tetap tenang dan tidak mau memaksakan diri untuk hengkang dari klub.
"Beberapa hal yang saya lihat datang, tapi saya tidak melihat bahwa saya tidak akan berada di dalam skuad [di bawah asuhan Lampard]. Ini adalah yang saya tidak melihat terjadi. Tapi pada akhirnya, saya mengambil alih. Ya, saya benar-benar memiliki dua tim utama yang mungkin menginginkan saya dan saya sempat mempertimbangkannya," ujar Rudiger dalam sebuah konferensi pers jelang pertandingan lawan Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
"Sejujurnya, itu adalah PSG dan dengan Mourinho [di Tottenham]. Tapi, ini adalah sesuatu yang tidak terjadi. Dengan Tuchel, itu tidak terjadi. Saya agak kecewa karena saya tahu bahwa saya tidak akan sering bermain dalam situasi saya."
"Saya kemudian berbicara dengan mantan pelatih, Lampard, dan saya tiba-tiba kembali ke tim tapi di bangku cadangan. Saya menjalani beberapa pertandingan dan saya bekerja keras untuk kembali. Di pertandingan masa kepelatihannya, saya ada di lapangan. Kini, segala sesuatunya berjalan baik bagi saya dan saya sangat senang karenanya."
"Sejujurnya, saya selalu merasa baik di klub. Mereka memperlakukan saya dengan baik, terutama di alntai atas dari dewan direksi. Tidak ada yang menyuruh saya pergi. Begitu pula Frank Lampard, transfer saya tidak terjadi. Peminjaman tidak terjadi, tapi tidak ada yang memberitahu saya di klub bahwa saya juga harus pergi."
