1688b68bd235f4aa2f346355d2bd5cba6eb538cf

Antonio Rudiger: FIGC Abaikan Rasisme!


OLEH    YUDHA DANUJATMIKAIkuti di twitter

Antonio Rudiger, bek AS Roma, mengecam perlakuan FIGC yang tutup mata terhadap rasisme di Italia. Bintang Jerman itu menjadikan kisah Sulley Muntari sebagai contoh kasusnya.

Seperti diketahui, pemuda berusia 24 tahun itu sering jadi sasaran rasisme suporter lawan. Ia bahkan menerima komentar rasis dari Senad Lulic, bintang Lazio. Menurut Rudiger, hal ini terjadi berulang kali karena FIGC diam saja.

SIMAK JUGA - Pulih, Rudiger Bergairah Kembali

"Saya tidak mengatakan bahwa Italia itu rasis," ungkap bek tengah tersebut pada Ultimo Uomo. "Saya pikir Federasi Italia tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan rasisme. Dan itulah masalahnya."

"Di Jerman, jika ini terjadi, akan ada hal nyata yang dilakukan. Namun tidak terjadi apa-apa di sini. Terlalu mudah untuk mengatakan 'Katakan Tidak pada Rasisme', memasang banner tinggi-tinggi, tapi di satu titik, Anda harus berusaha untuk menghentikannya."

SIMAK JUGA - Duo Manchester Berebut Rudiger

"Muntari? Saya bisa memahami reaksinya karena saya tahu bagaimana rasanya. Orang-orang menganggap terlalu muda untuk mengatakan 'mengapa Anda meninggalkan lapangan?'. Ini terdengar mudah hingga terjadi pada Anda. Muda untuk mengatakan bahwa Anda tak boleh bereaksi terhadap provokasi apa pun."

"Jika Anda memotong tangan Anda, maka darah akan mengalir keluar, dan hal yang sama terjadi ketika Anda memotong tangan saya. Itu adalah hal yang sama," tandas pemuda berbakat Jerman itu.

1688b68bd235f4aa2f346355d2bd5cba6eb538cf
Iklan