20220413 Antonio Rudiger

Waduh, Antonio Rudiger Disebut Bakal Sesali Aksinya Usai Chelsea Disingkirkan Real Madrid

Bekas bek Manchester United Rio Ferdinand yakin Antonio Rudiger akan menyesali perbuatannya usai peluit panjang dibunyikan ketika Chelsea disingkirkan Real Madrid di Liga Champions, Rabu (13/4) dini hari WIB.

The Blues tampil heroik di Santiago Bernabeu dan nyaris menuju semi-final usai memimpin 3-0 (agregat 4-3). Namun assist ajaib Luka Modric buat Rodrygo dan gol babak tambahan Karim Benzema – sepekan setelah bikin hat-trick di Stamford Bridge – menghadirkan kemenangan agregat 5-4 buat Los Blancos.

Saat peluit panjang dibunyikan, Rudiger berdiri di dekat David Alaba, yang fasih berbahasa Jerman karena satu dekade di Bayern Munich.

Bek Madrid itu merangkul Rudiger dan nampak mengucapkan sesuatu untuk menghiburnya, tetapi pemain Chelsea itu justru mendorongnya dan menyelonong pergi, berteriak, sebelum jatuh berlutut.

Pemain El Real lain berniat menyalami Rudiger, tetapi dia masih mengamuk sambil terbaring dan Ferdinand merasa penggawa timnas Jerman mungkin akan menyesali perbuatannya – meski senang melihat dia menunjukkan emosi dan hasrat dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Bereaksi melihat video Rudiger mendorong Alaba, Ferdinand berkata kepada BT Sport: "Rasanya emosional, man. Dan menurut saya dia sebenarnya tidak berniat bereaksi seperti itu."

"Tetapi perasaan memang tak bisa dikontrol. Kita semua pernah mengalaminya setelah laga-laga besar, saya sudah pernah mengucapkan dan melakukan berbagai hal yang saya sesali. Jadi merasa: 'Itu bukan saya, itu bukan kepribadian saya yang biasanya'. Tapi inilah arti sepakbola buat orang-orang."

Ia menambahkan: "Kalau Anda melihat ruang ganti pasca-laga... bayangkan ruangan itu, akan ada barang-barang berterbangan di sana."

"Saya memukul tembok, kadang sampai menendang orang lain! Saya pernah kapok usai melawan Chelsea karena menendang orang lain secara tak sengaja, Anda tidak bermaksud begitu, cuma sedang hilang kendali, tidak ada maksud tertentu."

"Tapi saya senang melihatnya karena itulah emosinya, ada kepedulian dan hasrat untuk menang dan mereka tahu apa artinya buat mereka dan betapa nyarisnya mereka."

Iklan