Bek Chelsea, Antonio Rudiger, berlutut dan berdoa sebelum Kai Havertz mengeksekusi penalti. Tidak lama berselang, ia larut dan menggila dalam selebrasi.
Rudiger jadi salah satu pemain yang tampil menonjol dalam kemenangan Chelsea atas Palmeiras 2-1 pada final Piala Dunia Antarklub di Stadion Mohamed bin Zayed, Abu Dhabi, Sabtu (12/2).
Aman dikatakan, Rudiger menjelma jadi salah satu bek terbaik Eropa sejak kedatangkan Thomas Tuchel di Chelsea.
Pemain asal Jerman itu tidak hanya memberikan pengaruh teknis di lini defensif The Blues. Tuchel menyebutnya sebagai “pemimpin agresif” dengan kepribadian eksentrik.
Hal itu terlihat nyaris di sepanjang dan setelah pertandingan tersebut. Misalnya, ketika momen Havertz melangkah untuk mengambil penalti penting Chelsea pada babak perpanjangan waktu, Rudiger berlutut dan berdoa. Ia kemudian berlari untuk merayakan gol bersama rekan setimnya di sudut lapangan.
Kemudian entah bagaimana, Rudiger berhasil menarik kursi yang digunakan oleh fotografer lalu meninju bendera sudut sebelum ia kembali ke posisinya.
Di ruang ganti setelah trofi diangkat, Rudiger jadi satu sosok yang paling heboh dalam perayaan. Pemain berusia 28 tahun itu adalah pribadi yang unik.
“Dia [Rudiger] memberikan permainan level tinggi dan kami sangat menghormatinya,” ucap Tuchel setelah pertandingan.
"Para fans menyayanginya dan kami menunjukkan penghargaan kami untuk menempatkannya di lapangan. Dia adalah seorang pemimpin tim sejak kami tiba."
“Tentu, dia sedang dalam pembicaraan [kontrak]. Situasi itu bukan hal baru dan itu tidak memengaruhi penampilannya. Itu yang paling penting bagi saya. Hal-hal lain diurus oleh klub dan agennya,” pungkasnya.
Kontrak Rudiger di Chelsea habis akhir musim ini. Negosiasi dengan pihak klub masih alot. Ia kencang dikaitkan dengan raksasa Jerman, Bayern Munich.




