Antonio Rudiger tidak akan melanjutkan kisahnya di Chelsea, setelah ia dan klub tak menemukan kata sepakat untuk memperpanjang kontraknya di Stamford Bridge.
Pemain internasional Jerman itu juga dilaporkan telah setuju untuk bergabung dengan juara La Liga Real Madrid dengan durasi kontrak empat tahun.
Dan kini, Rudiger telah memberikan salam perpisahan untuk The Blues, yang telah ia bela selama setengah dekade.
"Saya tidak suka selamat tinggal. Tapi saya akan mencoba membuat yang satu ini spesial, dari hati," buka Rudiger dalam tulisannya di The Players Tribune.
"Sebenarnya, saya harus menceritakan sebuah kisah kepada Anda sebelum bercerita tentang yang lainnya. Ini adalah sisi Afrika saya. Kita harus meluangkan waktu."
Rudiger kemudian menceritakan bagaimana hatinya luluh kepada Chelsea, namun ia mengakui bahwa salah satu keinginannya untuk bermain di Stamford Bridge adalah N'Golo Kante.
Pemain berusia 29 tahun tersebut mengenang bagaimana awalnya ia bertemu dengan Kante dan perjalanan yang sudah ia lalui bersama.
"Saya ingin berbicara tentang final Liga Champions. Tetapi agar Anda mengerti, saya harus menceritakan kisah singkat tentang salah satu pria terbaik di sepakbola. Saya berbicara, tentu saja, tentang N'Golo Kante," lanjutnya.
"Sebelum saya datang ke Chelsea, saya telah mendengar semua cerita indah tentang dia. Mereka bilang dia selalu tersenyum, mereka bilang dia masih mengendarai Mini Cooper tua. Mereka bilang dia tidak pernah meninggikan suaranya."
"Tapi Anda tahu bagaimana hal itu terjadi dalam sepakbola, bukan? Tidak ada orang yang benar-benar seperti itu. Ada terlalu banyak kekecewaan. Kita semua adalah manusia. Tidak ada orang yang tenang sepanjang waktu. Tidak mungkin."
"Kemudian saya bertemu N'Golo."
Lalu Rudiger merangkai kisah-kisahnya bersama Chelsea, sampai ia mencapai kesuksesan di Liga Champions musim lalu.
Tetapi, ia tentu saja tidak lepas dari kritik dan cemoohan para penggemar, dan Rudiger mengakui itu.
Dia menutup pesan harunya yang begitu panjang dengan mengatakan: "Ada kebencian di dunia sepakbola, itu pasti. Saya pernah mengalami yang terburuk."
"Tapi ada juga banyak kebahagiaan. Di Chelsea, saya mengalami keduanya dengan ekstrem."
"Ya, saya mendengar pelecehan itu. Tapi saya juga merasakan cinta."
"Di penghujung hari, cahaya lebih kuat dari kegelapan. Untuk itu, saya akan selalu menjadi Chelsea. Terima kasih."


