Azpilicueta Rudiger Christensen Thiago Silva Chelsea GFXGetty/GOAL

Antonio Rudiger, Andreas Christensen & Upaya Thomas Tuchel Menjaga Pertahanan Kokoh Chelsea

Pada Sabtu (20/11) di King Power Stadium, Leicester City menghadapi dinding kuning ketika mereka berupaya mendobrak pertahanan Chelsea.

Mereka, seperti banyak tim lain sebelum mereka, gagal.

Level permainan lini belakang The Blues saat ini tidak dapat diremehkan, dengan skuad Thomas Tuchel itu hanya kebobolan 17 gol di Liga Primer Inggris sejak sang pelatih ditunjuk sebagai arsitek tim pada Januari.

Kebobolan gol Chelsea bahkan lebih sedikit dari tim lain dengan perbedaan delapan gol, dan membuat mereka mencatatkan 19 clean sheet, dengan rekor 61 persen dari pertandingan Tuchel di liga. Hal itu, sekali lagi, menempatkan mereka jauh di atas tim lain di papan atas Inggris.

Selain itu, Chelsea hanya kebobolan satu kali saat tandang di Liga Primer pada musim ini, dan itu terjadi dari titik penalti ketika Mohamed Salah mengonversi dari jarak 12 yard di Anfield pada Agustus.

Tidak hanya soal kebobolan gol, mereka juga sedikit kena tembakan atau peluang. The Foxes hanya membuat empat usaha pada akhir pekan lalu, dan itu di bawah jumlah rata-rata sejak Tuchel menggantikan Frank Lampard, yang jarang tim mencapai angka ganda melawan kandidat terdepan dalam perebutan gelar saat ini.

Bukan hanya di sepertiga lapangan mereka sendiri di mana para pemain Chelsea yang berpikiran defensif bisa juga berkontribusi.

Antonio Rudiger membuka skor di pertandingan lawan Leicester, sementara N'Golo Kante - yang tidak dikenal karena kekuatannya dalam menyerang - juga mencetak gol ke mantan klubnya.

Memang, 40 persen dari gol-gol Chelsea pada musim ini dicetak oleh para bek, dengan Reece James menjadi pencetak gol terbanyak bersama di klub dengan empat gol.

James membuat satu assist untuk gol Kante, sementara wing-back Ben Chilwell memberi umpan sepak pojok yang ditanduk Rudiger menjadi gol.

Bisa dibilang, Chelsea asuhan Tuchel adalah tim yang dibangun atas dasar pertahanan.

"Kami memahami lebih baik - seluruh tim dan saya termasuk - di mana kami bisa mengambil resiko, di mana kami bisa mengubah posisi kami, menyesuaikan posisi kami," ujar Tuchel tentang para bek menyerangnya.

"Kami tidak terlalu percaya diri atau melakukan hal-hal gila, tapi kami memiliki momentum dan kebebasan yang liar dalam pergerakan ofensif kami."

"Para wing-back bisa menyesuaikan posisi mereka menjadi setengah posisi untuk mendukung para penyerang kami. Ini adalah soal pengulangan, pemahaman satu sama lain, dan saat ini, mereka melakukannya dengan baik, tidak peduli siapa yang bermain."

Tuchel kemudian telah mencapai apa yang dia ingin lakukan, mengubah tim yang terlalu sering terbuka di bawah asuhan Lampard menjadi yang paling kejam di Inggris, dan mungkin di mana saja di Eropa.

Tapi, ada resiko bahwa semuanya bisa runtuh pada musim panas nanti jika segala sesuatunya tidak berubah selama enam bulan ke depan atau lebih.

Thomas Tuchel Chelsea GFXGetty/GOAL

Rudiger, Andreas Christensen, Thiago Silva, dan Cesar Azpilicueta semuanya memiliki kontrak yang akan berakhir pada akhir musim ini, dan waktu mulai habis untuk mengikat mereka ke kesepakatan yang baru.

GOAL memahami bahwa Tuchel ingin mempertahankan keempat pemain itu di Stamford Bridge ke depannya, namun tentu saja ada lebih dari beberapa hal yang harus diselesaikan jika itu akan menjadi kenyataan.

Mungkin situasi yang paling mudah terjadi di sekitar Thiago Silva, dengan keyakinan mereka bahwa pemain asal Brasil itu ingin bertahan bersama klub hingga setidaknya Piala Dunia 2022.

Chelsea juga berharap kapten Azpilicueta berkomitmen untuk kontrak baru, meski ia kehilangan tempat starting-nya dalam beberapa pekan terakhir dan rumor potensial dari Barcelona.

Azpilicueta dan Thiago Silva dianggap sebagai pemimpin di ruang ganti, dan meski mereka mungkin tidak bermain pekan ke depan, Tuchel ingin memastikan mereka tidak membawa pengalaman mereka ke tempat lain.

Tapi, masalah sebenarnya terletak pada Christensen dan Rudiger.

Dua pemain ini menonjol sejak kedatangan Tuchel ke London barat, dan kehilangan salah satu dari mereka akan menjadi pukulan besar untuk proyek pelatih asal Jerman, apalagi jika kehilangan keduanya.

Antonio Rudiger Andreas Christensen Chelsea GFXGetty/GOAL

Seperti yang pertama kali diungkapkan GOAL pada Oktober, pembicaraan mengenai kesepakatan baru untuk Christensen telah berhenti, dengan situasi yang digambarkan sebagai jalan buntu setelah dua bulan negosiasi.

Tapi, bisa dipahami bahwa pembicaraan itu kini dilanjutkan, dan Tuchel mengatakan keyakinannya kalau pemain yang dijuluki 'Maldini Denmark' pada akhirnya meneken kontrak yang lebih baik.

"Ada beberapa penundaan, tentu saja, dengan Toni dan Andreas saat ini," ujar Tuchel jelang kick-off lawan Leicester.

"Untuk Andreas, dalam pandangan saya pelatih, pemain, dan klub menginginkan hal yang sama. Semoga, dan tentu saja, saya mengharapkan kabar bagus dalam beberapa hari ke depan, tapi setiap kasus berbeda."

Sementara itu, kasus Rudiger bahkan lebih genting.

Bisa dibilang sebagai bek tengah terbaik Liga Primer sepanjang 2021, pemain asal Jerman itu ingin dihargai dengan gaji yang mendekati apa yang didapat para pemain menyerang Chelsea.

Chelsea enggan menawarkan kontrak seperti itu, dan kepergian dengan status bebas transfer pada musim panas tampaknya semakin mungkin terjadi.

Real Madrid dianggap sebagai pemimpin dalam perburuan yang juga melibatkan Bayern Munich dan Paris Saint-Germain, namun Tuchel meminta Rudiger dan Christensen untuk bertahan.

Dengan hanya Trevoh Chalobah di antara para centre-back senior yang akan terikat dalam jangka panjang, ada kesadaran di Chelsea bahwa setiap kepergian akan menjadi mahal dalam segala hal.

Jules Kounde dari Sevilla tetap menjadi target utama mereka setelah kegagalan mendatangkan bek Prancis selama jendela transfer terbaru, semenhelsea juga telah ditawari kesepakatan untuk mengontrak Matthjis de Ligt dari Juventus pada 2022.

Keduanya akan menelan biaya yang besar, dan tidak ada jaminan bahwa mereka akan cocok dengan sistem pertahanan Tuchel serta Christensen dan Rudiger selama sepuluh bulan terakhir.

Lalu, waktu hampir habis bagi Chelsea untuk mempertahankan tembok mereka yang nyaris tidak bisa ditembus. Kosnekuensinya, jika hal-hal itu tidak berjalan sesuai keinginan mereka bisa merusak segala sesuatu yang sedang dibangun.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0