Antonio Conte telah mengakui bahwa Tottenham Hotspur perlu membenahi banyak aspek setelah kemenangan mendebarkan mereka melawan Vitesse, Jumat (5/11) dini hari WIB.
Spurs meraih kemenangan 3-2 dengan susah payah dalam debut Conte, yang langsung berlaga di Liga Konferensi Eropa
Klub London utara itu hampir kecolongan tiga gol dalam pertandingan yang menghasilkan tiga kartu merah, dengan pelatih asal Itali tersebut lega melihat tim barunya terhindar dari kekecewaan setelah 'menderita' sepanjang 90 menit.
Apa yang dikatakan?
Setelah bertarung di kancah Eropa, Conte langsung mewaspadai pertarungan di Liga Primer, dengan mereka akan bertandang ke Everton, Minggu (7/11) malam WIB, yang menjadi pertandingan terakhir mereka sebelum jeda internasional.
"Itu adalah pertandingan yang gila," katanya kepada BT Sport usai pertandingan. "Biasanya, saya tidak suka jenis permainan ini - permainan gila yang apa pun bisa terjadi. Tetapi pada saat yang sama, saya pikir kami harus menang dan kami berhasil melakukan itu."
"Kami menang 3-0 lalu kebobolan dua gol yang seharusnya bisa kami hindari. Setelah kartu merah kami dalam masalah. Menang sambil menderita bagus untuk tim ini, untuk para pemain ini."
"Mereka perlu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Mereka perlu banyak bekerja. Masalahnya adalah kami harus kejar-kejaran dengan waktu. Kami memiliki dua hari hingga pertandingan berikutnya, kemudian akan ada jeda internasional."
"Yang pasti kami harus berkembang. Ini tidak mudah karena kami mempersiapkan laga ini hanya dalam waktu dua hari...sekarang kami hanya punya satu hari."
"Besok tidak mungkin berlatih keras mengingat para pemain baru bermain malam ini. Mereka telah menghabiskan banyak energi. Besok mereka harus istirahat dan kami akan coba menurunkan pemain yang tidak tampil."
"Kami perlu sedikit bersabar karena kami perlu bekerja pada banyak aspek - secara taktik dan fisik. Saya tidak takut dengan pekerjaan ini. Saya tahu bahwa pekerjaan ini dapat membuat Anda mencapai target penting."
Magisnya Conte
Kekuasaan Conte dimulai dengan awal baik saat The Lilywhites mencetak tiga gol dalam 30 menit pertama melawan Vitesse, dengan Son Heung-min dan Lucas Moura mencetak skor sebelum gol bunuh diri dari Jacob Rasmussen.
Namun, Rasmussen dengan cepat menebus dirinya lewat golnya dan Vitesse kembali memperkecil kedudukan melalui Matus Bero.
Tugas Spurs menjadi semakin sulit ketika Cristian Romero diusir keluar lapangan pada menit ke-60, tetapi tuan rumah akhirnya mampu meraih tiga poin ketika lawan mereka harus bermain dengan sembilan pemain di akhir pertandingan, dengan Danilho Dokehi dan kiper Markus Schubert sama-sama menerima kartu merah.
Kemenangan ini membuat tim asuhan Conte naik ke urutan kedua Grup G, tetapi Son mengatakan bahwa manajer barunya itu akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa meracik strategi dan membuat timnya menjadi kuat.
Ditanya apakah sang manajer membuat perubahan setelah tiba di klub, penyerang internasional Korea Selatan itu mengatakan kepada BT Sport: "Tidak ada yang istimewa. Dia baru menghabiskan dua sesi latihan. Itu sulit baginya dan para pemain."
"Kami melakukannya dengan baik, terutama di 30 menit pertama. Saya tidak sabar untuk bekerja dengannya. Setiap hari, setiap sesi, saya mencoba untuk belajar."




